Pakar Jelaskan Perbedaan Antivirus Influenza dan Antibiotik

  • 29 Sep 2026 20:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Meningkatnya kasus influenza menyebabkan masyarakat memburu obat antivirus seperti Oseltamivir untuk pengobatan.
  • Masih banyak masyarakat yang keliru memahami bahwa antivirus bekerja dengan mekanisme yang sama seperti antibiotik.
  • Dr. Tantri Irianti dari Universitas Gadjah Mada menjelaskan bahwa antivirus dan antibiotik memiliki mekanisme kerja yang berbeda untuk mengatasi infeksi berbeda.

RRI.CO.ID, Jakarta — Meningkatnya kasus influenza membuat sebagian masyarakat memburu obat antivirus seperti Oseltamivir. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya pemahaman bahwa antivirus bekerja seperti antibiotik.

Dosen Kimia Medisinal dan Kimia Farmasi Universitas Gadjah Mada, Dr. Tantri Irianti, mengatakan keduanya memiliki mekanisme berbeda. Antivirus tidak bekerja dengan cara yang sama seperti obat untuk infeksi bakteri.

"Antivirus ini dikiranya seperti antibiotik sehingga virus kalau masuk ke dalam tubuh itu bisa dimatikan. Padahal mekanismenya obat antivirus ini berbeda dengan obat antibakteri," ujar Tantri saat berbincang bersama Pro3 RRI, Selasa, 29 September 2026.

Tantri menjelaskan antivirus bekerja dengan menghambat proses perkembangan virus di dalam tubuh. Mekanisme tersebut tidak berarti virus langsung mati setelah obat dikonsumsi.

Menurutnya, virus dapat berkembang dengan memanfaatkan sel inang di dalam tubuh manusia. Karena itu, kondisi daya tahan tubuh juga berperan dalam menghadapi infeksi.

"Namun demikian, sebenarnya virus itu bisa diatasi sebelum berkembang di dalam tubuh dengan daya tahan tubuh. Jadi kita tingkatkan imunitas kita," katanya.

Tantri mengatakan penggunaan obat bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan ketika seseorang mengalami influenza. Istirahat dan menjaga daya tahan tubuh juga menjadi bagian dari upaya pemulihan.

Kementerian Kesehatan menyebut sebagian besar kasus influenza dapat pulih dengan perawatan suportif. Oseltamivir tidak ditujukan untuk seluruh pasien influenza dan penggunaannya perlu berdasarkan penilaian medis.

Tantri mengingatkan masyarakat tidak menganggap antivirus sebagai obat flu biasa. Penggunaan obat sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan masing-masing pasien.

Selain pengobatan, masyarakat dapat menjaga kondisi tubuh melalui istirahat yang cukup dan pola hidup sehat. Tantri juga mendorong masyarakat memperhatikan asupan makanan yang mendukung daya tahan tubuh. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....