Tips Merawat Rambut Rusak agar Menjadi Halus dan Sehat
- 16 Sep 2026 14:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Rambut rusak terlihat rapuh, kering, mudah kusut, bercabang, atau rentan patah dan memerlukan perawatan yang tepat untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
- Frekuensi keramas harus disesuaikan dengan kondisi kulit kepala dan karakter rambut setiap individu, bukan mengikuti pola yang sama untuk semua orang.
- Rambut bertekstur atau kering tidak memerlukan frekuensi keramas seseringnya rambut lurus dengan kulit kepala berminyak untuk menjaga kelembaban alami rambut.
RRI.CO.ID, Jakarta - Rambut rusak biasanya terlihat rapuh, kering, mudah kusut, bercabang, atau rentan patah. Perawatan yang tepat bisa membantu mengurangi kerusakan dan mencegah agar kondisi rambut tidak semakin memburuk.
Sesuaikan Frekuensi Keramas dengan Kebutuhan
Melansir American Academy of Dermatology, frekuensi keramas harus disesuaikan dengan kondisi kulit kepala dan karakter rambut. Rambut bertekstur atau kering biasanya tidak perlu keramas sesering orang yang memiliki rambut lurus dengan kulit kepala berminyak.
Menggunakan Sampo dengan Tepat
Saat menggunakan sampo, fokus aplikasikan pada kulit kepala dan coba hindari menggosok seluruh batang rambut. Cara tersebut terbukti membantu membersihkan minyak tanpa membuat bagian rambut menjadi semakin kering.
Penggunaan kondisioner
Pemakaian kondisioner sesudah keramas dapat membantu melembabkan dan membuat rambut lebih lembut. Untuk rambut keriting atau kering, kondisioner bisa diaplikasikan pada rambut sesuai dengan kebutuhanmu.
Gunakan Sisir Bergigi Jarang
Rambut yang setengah basah cenderung lebih mudah mengalami kerusakan sehingga rambut harus diperlakukan secara lembut. Gunakan sisir bergigi jarang dan uraikan rambutmu secara perlahan mulai dari bagian ujung agar rambut tidak tertarik.
Hindari Mengeringkan Rambut Secara Kasar
Hindari menggosok rambut menggunakan handuk secara kasar sebab gesekan tersebut bisa memperparah kerusakan pada batang rambut. Sebagai alternatif, balut rambut menggunakan kaus atau handuk agar air terserap secara perlahan.
Kurangi Penggunaan Alat Pemanas
Pemakaian alat pemanas seperti pengeriting, catokan, dan pengering rambut juga lebih baik dikurangi. Jika masih diperlukan, gunakan suhu sedang atau rendah dan aplikasikan produk pelindung panas sebelumnya.
Hindari Mewarnai Rambut
Selain panas, bleaching, pewarnaan, pengeritingan, dan pelurusan kimia bisa membuat rambut menjadi kering dan rapuh. Memberikan jarak lebih panjang antar perawatan kimia bisa membantu untuk mengurangi risiko kerusakan pada rambut.
Jangan Gunakan Rambut Terlalu Ketat
Gaya rambut yang terlalu ketat juga usahkan untuk dihindari, terlebih apabila dilakukan secara terus-menerus dalam kurun waktu yang lama. Kepang, ikat rambut, atau ekstensi yang menarik rambut bisa membuat rambut patah bahkan hingga rontok akibat tarikan.
Pakai Penutup Kepala untuk Mengurangi Paparan Matahari
Dilansir dari Cleveland Clinic, paparan sinar matahari juga bisa membuat rambut menjadi kering, kasar, rapuh, dan terjadi perubahan warna. Menggunakan penutup kepala bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi paparan sinar matahari pada rambut.
Bilas Rambut Secepatnya Setelah Berenang
Bagi kamu yang sering berenang, rambut sebaiknya dibilas menggunakan air bersih setelh selesai berenang. Klorin mampu menghilangkan minyak alami rambut sehingga menyebabkan rambut lebih kasar, kering, dan rentan patah.
Perhatikan Kulit Kepala
Perawatan rambut juga harus memperhatikan keadaan kulit kepala sebab masalah pada area tersebut bisa mempengaruhi kesehatan rambut. Jika rambut mudah patah, terus menipis, atau mengalami kerontokan yang parah, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter kulit.
Merawat rambut rusak pada dasarnya membutuhkan kebiasaan merawat rambut dengan lembut dan mengurangi berbagai sumber kerusakan. Dengan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten, rambut bisa terhindar dari kerusakan tambahan sambil menunggu pertumbuhan rambut baru. (Shafira Nursyifa)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....