JKN Jadi Gotong Royong Raksasa Lindungi 284 Juta Jiwa

  • 16 Sep 2026 01:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menggalang semangat gotong royong raksasa demi menjamin perlindungan kesehatan bagi 284 juta jiwa penduduk.
  • BPJS Kesehatan memperluas kemitraan fasilitas medis serta koordinasi pembiayaan bersama asuransi guna meningkatkan mutu layanan kesehatan.
  • Pemerintah mendorong penguatan komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga akuntabilitas, mutu faskes, dan keberlanjutan program jaminan sosial.

RRI.CO.ID, Jakarta - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi gerakan gotong royong raksasa demi melindungi 284 juta jiwa masyarakat. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menyampaikan pandangan mengenai keterlibatan masyarakat tersebut di Novotel Jakarta Pulomas.

Keterlibatan jutaan warga dan fasilitas pelayanan medis membuktikan kuatnya rasa solidaritas kebangsaan di bidang kesehatan. Penjelasan tersebut disampaikan dalam Pertemuan Nasional Fasilitas Kesehatan Tahun 2026 pada Selasa, 15 September 2026.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menggelar agenda penguatan kolaborasi strategis tersebut di Novotel Jakarta Pulomas. Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi fondasi utama dalam melindungi segenap masyarakat dari ancaman kemiskinan akibat sakit.

"Jaminan Kesehatan Nasional adalah gotong royong raksasa bangsa ini. Kepesertaannya menjadi bagian penting bagi upaya kita mencapai 284 juta jiwa," ujar Cak Imin.

Ia menyoroti cakupan kepesertaan masif yang kini telah mencakup hampir seluruh populasi rakyat di wilayah Indonesia. Pelayanan medis yang bermartabat harus diberikan secara adil tanpa membeda-bedakan status kepesertaan seluruh pasien saat berobat.

"Kerja sama, bahu-membahu, gotong royong raksasa ini membutuhkan komitmen bersama seluruh bangsa kita. Pemerintah melalui APBN-nya, seluruh pihak pribadi-pribadi dalam kepesertaan aktifnya, seluruh pelayan sosial, pelayan kesehatan yang memberikan komitmen dan pengabdiannya," kata Muhaimin Iskandar.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito memperluas jalinan kemitraan strategis dengan puluhan ribu fasilitas kesehatan. Fasilitas pelayanan kesehatan memegang peranan krusial sebagai garda terdepan penentu tingkat kepuasan publik terhadap negara.

"Tema ini mengingatkan kita bahwa JKN tidak mungkin dijalankan BPJS Kesehatan sendiri. JKN adalah kerja bersama dan membutuhkan kolaborasi seluruh ekosistem, terutama faskes sebagai mitra strategis dalam memberikan pelayanan kepada peserta," ujar Pujo.

Pujo mengarahkan transformasi paradigma medis pada hasil klinis terbaik guna mengendalikan beban biaya penanganan penyakit katastropik. Penguatan layanan kesehatan di tingkat puskesmas dipacu untuk mendeteksi berbagai risiko penyakit berat sejak dini.

"Mari kita terus memperkuat gotong royong ini. Semoga Pernas kali ini dapat semakin memperkuat komitmen kita untuk bersama-sama mewujudkan pelayanan JKN yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Pujo.

Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Stefanus Adrianto Passat menekankan pentingnya pengawasan menyeluruh terhadap tata kelola dana. Integrasi pembiayaan bersama belasan Asuransi Kesehatan Tambahan (AKT) juga diteken dalam agenda tersebut demi menekan biaya pribadi.

"Tema Gotong Royong untuk Jaminan Kesehatan yang Berkualitas, Inklusif, dan juga Berkelanjutan menegaskan bahwa keberhasilan JKN membutuhkan komitmen pemerintah, baik di pusat maupun daerah, sinergi kementerian dan juga lembaga, profesionalisme fasilitas kesehatan, serta partisipasi masyarakat. Kami menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak dan berharap sinergi tersebut semakin diarahkan pada pemerataan akses, peningkatan mutu, keselamatan pasien, pencegahan fraud, serta keberlanjutan program," kata Stefanus.

Stefanus mendorong percepatan penerapan sistem rekam medis elektronik terpadu guna mendeteksi potensi kecurangan klaim pelayanan. Langkah koordinasi manfaat ini menjamin kepastian penanggungan selisih tarif perawatan medis bagi para peserta asuransi.

"Mari kita jadikan pertemuan ini sebagai momentum untuk memperkuat kolaborasi, tata kelola yang baik, integritas yang kokoh, dan pelayanan yang berpusat pada peserta. Kita jaga program JKN sebagai amanah bangsa dan wujud nyata kehadiran negara bagi seluruh rakyat Indonesia," ujar Stefanus Adrianto Passat.

Apresiasi istimewa diserahkan kepada para tenaga medis perintis yang berdedikasi melayani berbagai daerah terpencil nusantara. Operasional armada rumah sakit apung turut membuktikan komitmen perluasan akses kesehatan hingga pulau-pulau perbatasan Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....