Kasus TBC Banten Baru Terdeteksi 66 Persen, Dinkes Kejar Target 90 Persen

  • 04 Sep 2026 07:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Penderita tuberkulosis  (TBC) di Provinsi Banten baru 66 persen atau 33.495 kasus yang ditemukan sepanjang 2026
  • Alhasil, berdasarkan estimasi sekitar 39 persen 17.255 penderita masing-masing belum terdeteksi

RRI.CO.ID, Banten - Penderita tuberkulosis (TBC) di Provinsi Banten baru 66 persen atau 33.495 kasus yang ditemukan sepanjang 2026. Alhasil, berdasarkan estimasi sekitar 39 persen 17.255 penderita masing-masing belum terdeteksi.

"Angka tersebut diperkirakan baru mencapai 66 persen dari estimasi 50.750 penderita TBC yang menjadi target penemuan kasus tahun ini. Artinya, masih ada sekitar 17.255 penderita TBC yang diperkirakan belum terdeteksi dan masih menjadi pekerjaan rumah Dinkes (Dinas Kesehatan, Red) Banten," ujar Kepala Dinkes Banten, Ati Pramudji Hastuti, Kamis, 3 September 2026.

Ati mengatakan pemerintah terus mengejar penemuan kasus TBC untuk mencapai target yang telah ditetapkan. "Kalau TBC itu ditargetkan tahun ini harus menemukan sekitar 50.750, jadi perkiraan estimasi ada segitu penderita TBC di Banten," ucapnya.

Namun, sambung Ati, dari jumlah itu yang sudah ditemukan sampai September baru di angka 66 persen dari target. Dinkes Banten menargetkan penemuan kasus TBC tahun ini bisa mencapai sedikitnya 90 persen dari estimasi 50.750 penderita.

Dengan target tersebut, sedikitnya 45.675 kasus harus berhasil ditemukan. Untuk mengejar target itu, petugas kesehatan melakukan penemuan kasus secara aktif atau active case finding.

Dia mengaku petugas dikerahkan ke berbagai wilayah untuk mencari warga yang diduga menderita TBC. Upaya tersebut dilakukan agar penderita yang selama ini belum terdeteksi bisa segera mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan.

"Penemuan kasus menjadi penting karena Indonesia masih menghadapi beban TBC yang tinggi. Pemerintah sendiri menargetkan eliminasi TBC pada 2030," ucapnya.

Ditambahkan Gubernur Banten, Andra Soni, upaya menemukan penderita TBC juga dilakukan melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Hingga saat ini, sekitar 6,48 juta dari 12,9 juta penduduk Banten telah mengikuti program tersebut.

Capaian itu mencapai 50,24 persen dari sasaran. Selain TBC, hasil pemeriksaan CKG di Banten menemukan sejumlah penyakit tidak menular yang masih didominasi hipertensi dan diabetes.

"Penyakit tersebut tidak boleh diabaikan. Karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, hingga gagal ginjal apabila tidak dikendalikan," katanya.

Warga yang ditemukan memiliki masalah kesehatan akan mendapatkan tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan. Sementara warga yang dinyatakan sehat tetap diberikan edukasi untuk kembali mengikuti CKG pada tahun berikutnya.

Bagi warga yang didiagnosis menderita hipertensi atau diabetes, petugas akan memberikan obat dan mengarahkan mereka untuk melanjutkan pengobatan di Puskesmas. "Tahun depan harus CKG kembali karena tahun ini hasilnya belum sama dengan tahun depan," ujarnya.

"Kemudian yang kedua, bagi yang didiagnosis misalkan hipertensi atau diabetes, hari itu juga kita berikan obat. Kalau obatnya habis, kita edukasi untuk balik ke puskesmas," sambung Andra.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....