​Belasan Penyakit Sebabkan Gejala Sesak Napas

  • 24 Jun 2023 19:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond J. Mahesa meninggal dunia, Sabtu (24/7/2023), setelah sempat merasakan sesak napas. Simak 15 penyakit yang dapat menyebabkan gejala sesak napas pada tubuh manusia.

Sesak napas yang dialami seseorang, penyebabnya sangat beragam. Seperti, masalah pada paru-paru, jantung, obesitas, hingga penyakit pilek juga bisa membuat sesak napas.

Kebanyakan orang pada umumnya hanya mengalami sesak napas ringan. Namun, tidak jarang juga, sesak napas yang diderita seseorang sampai menyebabkan meninggal dunia.

Perlu diketahui, sesak napas merupakan kondisi tubuh mengalami kesulitan dalam bernapas atau tidak cukup mendapat asupan udara. Akibatnya, seseorang yang merasa sesak napas akan merasa tidak nyaman.

Berikut 15 penyakit yang dapat menyebabkan gejala sesak napas. Penjelasan di bawah ini, berdasarkan hasil rangkuman dari berbagai sumber terpercaya.

1. Penyakit Asma

Penderita Asma pasti mengalami gejala sesak nafas. Kondisi ini disebabkan oleh saluran udara/bronkus yang meradang.

Peradangan tersebut membuat bronkus membengkak, menyempit, hingga menghasilkan banyak lendir dalam saluran udara. Kemudian, Napas menjadi tersengal, lebih cepat, dangkal, disertai dengan bunyi ‘ngik-ngik’.

Penyebab sesak napas pada penderita Asma bisa berbagai macam. Seperti udara dingin, olahraga, debu, bulu, asap, dan masih banyak lagi.

2. Penyakit Pilek

Penyakit pilek sering menimpa seluruh kalangan usia manusia. Baik itu, bayi, balita, anak kecil, dewasa hingga orang tua.

Namun, pilek sering kali dianggap sepele bahkan diabaikan begitu saja. Padahal, penyakit yang selalu diremehkan ini bisa menjadi penyebab sesak nafas.

Hidung yang melawan bakteri akan mengeluarkan banyak lendir atau ingus. Ingus inilah yang nantinya akan membuat sistem pernapasan tersumbat dan membuat seseorang sesak nafas.

3. Penyakit Alergi

Alergi pada manusia biasanya disebabkan oleh banyak hal. Seperti, hidung menghirup debu, bulu bintang, hingga serbuk sari pada bunga-bungaan.

Pada kondisi ini, tubuh akan bereaksi dan menghasilkan antibodi bernama histamin. Histamin akan bertindak melawan zat-zat yang dianggap berbahaya.

Namun, sayangnya histamin seringkali berlebihan menanggapinya. Proses histamin sering menjadi penyebab sesak napas, hidung meler/tersumbat, mata berair, gatal, dan bersin.

4. Penyakit Anemia

Pada umumnya, orang-orang beranggapan anemia hanya penyakit yang berkaitan dengan darah. Faktanya, anemia juga bisa menjadi penyebab sesak napas pada orang dewasa.

Penderita anemia akan merasakan tubuh tidak mendapatkan cukup darah yang kaya oksigen. Ini bisa menyebabkan seseorang merasa lelah atau lemah.

5. Penyakit Gagal Jantung

Seseorang penderita penyakit jantung pasti mengalami gejala sesak napas. Penyakit jantung ini tidak mengenal usia, baik anak muda maupun lanjut usia.

Diketahui, kasus gagal jantung diakibatkan irama jantung yang tidak beraturan. Tekanan darah tinggi membuat tidak terkontrolnya detak jantung.

Pada kondisi ini, penderitnya pasti merasakan sesak napas pada saat istirahat maupun beraktivitas. Kemudian, tanda pada fisik terjadi pembengkakan pada kedua kaki.

6. Penyakit GERD

Masalah pencernaan atau GERD juga bisa menyebabkan sesak napas. GERD terjadi ketika asam lambung bocor dari perut dan kembali ke kerongkongan.

Asam lambung yang merambat ke kerongkongan dapat memasuki paru-paru, terutama saat tidur. Kemudian, menyebabkan pembengkakan saluran udara dan menyebabkan reaksi sesak napas.

7. Obesitas

Obesitas merupakan kondisi ketika seseorang memiliki berat badan berlebihan. Obesitas pun bisa menjadi penyebab sesak napas yang sering kali dianggap sepele.

Berat badannya yang tidak seimbang akan membuat napas mudah tersengal. Hal ini berkaitan erat dengan penumpukan lemak pada perut dan dada.

8. Penyakit Emboli Paru

Emboli paru merupakan penyumbatan di arteri pulmonalis. Emboli ini yang akan memasok darah ke paru-paru.

Sejauh ini, tidak banyak yang mengetahui bahwa emboli paru merupakan salah satu jenis penyakit kardiovaskular. Ada gumpalan darah yang mencegah oksigen mencapai jaringan paru-paru.

Emboli paru termasuk penyebab sesak napas yang patut diwaspadai. Emboli paru menimbulkan gejala sakit dada tajam, pusing, jantung berdebar, dan batuk.

9. PPOK

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) disebut dengan peradangan paru-paru kronis. Kondisi ini bisa menjadi penyebab sesak napas, tepatnya ketika aliran udara terhalang dari paru-paru.

Gejala yang umum dialami adalah sesak napas dalam jangka waktu yang lama (kronis). Gejala lainnya juga meliputi batuk, produksi lendir (dahak) dan mengi.

10. Penyakit Pneumonia

Pneumonia merupakan penyebab sesak napas yang berkaitan dengan masalah paru-paru. Istilah populernya adalah paru-paru basah.

Penyakit ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, virus, atau parasit. Hingga infeksi ini akan membuat peradangan pada kantung udara paru-paru.

11. Penyakit Bronkiolitis

Penyakit Bronkiolitis terjadi karena adanya infeksi pada saluran pernapasan. Beberapa penderita bahkan sampai mengalami peradangan dan penyumbatan.

Bronkiolitis rentan terjadi pada anak-anak dan bayi. Gejalanya batuk kering terus-menerus, hidung tersumbat, dan demam.

12. Penyakit Gagal Ginjal

Kondisi gagal ginjal tidak hanya menunjukkan penurunan jumlah urine, tetapi juga dapat disertai dengan keluhan sesak napas. Hal ini terjadi, karena penumpukan cairan dalam tubuh, terutama paru-paru tidak dapat dikeluarkan oleh organ ginjal.

13. Tersedak

Tersedak bisa menjadi salah satu penyebab sesak napas, terutama pada anak. Tersedak akan membuat makanan atau minuman masuk ke saluran pernapasan anak.

Jika kondisi sesak napas anak masih sulit dikenali, perhatikan ketika batuk. Sebaiknya segera dekati anak dan menanyakan keadaannya.

14. Penyakit Hipotensi

Hipotensi dapat menyebabkan gangguan jantung serius dan kegagalan organ. Hal ini disebabkan karena oksigen dan nutrisi mungkin tidak mencapai organ kunci.

Banyak orang dengan tekanan darah rendah tidak memiliki gejala. Namun, hipotensi parah bisa menyebabkan sesak napas, pusing, lelah, detak jantung tidak teratur, dan kulit pucat.

15. Penyakit Hernia Hiatal

Hernia hiatal bisa menjadi salah satu penyebab sesak napas. Kondisi ini terjadi, ketika bagian atas perut menonjol melalui otot besar yang memisahkan perut dan dada (diafragma).

Diafragma ini memiliki celah kecil (hiatus). Pada hernia hiatal, perut mendorong ke atas melalui celah itu dan masuk ke dada.

Kebanyakan hernia hiatal kecil tidak menimbulkan tanda atau gejala. Tetapi hernia hiatal besar dapat menyebabkan sesak napas, heartburn, sakit dada, perut, kesulitan menelan, dan muntah darah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....