RS Tria Dipa Hadirkan Teknologi CT Scan Photon-Counting Pertama di Asia Tenggara

  • 17 Agt 2026 14:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Rumah Sakit Tria Dipa menghadirkan teknologi CT Scan photon-counting generasi terbaru, yang diklaim menjadi teknologi pertama di Indonesia dan Asia Tenggara.
  • Teknologi ini ditujukan untuk meningkatkan akurasi dan presisi diagnosis, sehingga pasien Indonesia memiliki akses terhadap layanan diagnostik berteknologi tinggi di dalam negeri.
  • Kehadiran teknologi photon-counting diharapkan memperkuat layanan kesehatan nasional dan membantu mengurangi kebutuhan pasien Indonesia berobat atau melakukan pemeriksaan diagnostik ke luar negeri.

RRI.CO.ID, Jakarta - Rumah Sakit Tria Dipa menghadirkan teknologi diagnostik kesehatan terbaru berupa CT scan photon-counting. Teknologi ini diklaim menjadi yang pertama di Indonesia bahkan di Asia Tenggara.

Direktur RS Tria Dipa, dr. Hartono Tanto, M.Kes, FISQua, CHAE mengatakan kehadiran teknologi ini merupakan bagian dari komitmen rumah sakit untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Sekaligus memperkuat kemandirian dan kedaulatan kesehatan nasional.

"Dengan alat diagnostik ini minimal kita memberikan sumbangsih kepada kedaulatan negara Republik Indonesia. Kita mampu mendiagnostik lebih tepat dan presisi, sehingga sangat membantu ketepatan diagnosis pasien," kata dr. Hartono pada acara Grand Launching CT Scan & Cathlab RS Tria Dipa, di Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026.

Menurut dia, Indonesia memiliki jumlah pasien yang besar, sehingga keberadaan teknologi diagnostik berstandar tinggi di dalam negeri diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat. Hartono menegaskan bahwa teknologi yang digunakan RS Tria Dipa merupakan generasi terbaru dan berbeda dibandingkan perangkat CT scan sebelumnya.

"Tujuannya untuk kemaslahatan banyak orang, untuk menolong banyak orang. Kita ingin punya alat diagnostik yang pertama di Asia Tenggara," ujarnya.

Lebih Presisi untuk Pemeriksaan Jantung

Dokter Spesialis Radiologi RS Tria Dipa, dr. Komang Shary Karismaputri, Sp.Rad, menjelaskan salah satu keunggulan utama CT scan photon-counting terdapat pada pemeriksaan jantung atau cardiac CT. Menurutnya, teknologi tersebut mampu mengurangi artefak pada gambar, terutama yang disebabkan oleh pengapuran pembuluh darah jantung.

"Terutama ini sangat bermanfaat untuk CT scan cardiac karena bisa sangat mengurangi artefak. Kalau pengapurannya sangat banyak di jantung, biasanya kita tidak bisa menilai secara akurat. Dengan mengurangi artefak tersebut, kondisi itu bisa terdeteksi lebih baik," kata dr. Komang menjelaskan.

Teknologi tersebut juga membantu dokter mengevaluasi kondisi pasien yang sebelumnya telah menjalani pemasangan stent atau ring jantung. Pada CT scan konvensional, penyempitan di dalam stent terkadang sulit terlihat.

Namun, dengan teknologi baru ini, dokter dapat melihat kondisi tersebut secara lebih jelas, sehingga membantu menentukan langkah pemantauan maupun pencegahan selanjutnya.

"Dengan alat ini, kita bisa melihat penyempitan itu lebih baik dan bisa menilai," ucapnya.

Irisan Gambar hingga 0,2 Milimeter

Dr. Komang menambahkan, keunggulan lainnya terletak pada kemampuan menghasilkan potongan gambar yang lebih tipis, hingga sekitar 0,2 milimeter. Ketebalan irisan tersebut memungkinkan struktur tubuh berukuran sangat kecil divisualisasikan secara lebih detail dibandingkan CT scan standar.

"Gambarnya lebih jelas, lebih presisi, lebih terang. Potongannya juga lebih tipis, bisa sampai 0,2 milimeter," kata dia.

Kemampuan tersebut tidak hanya bermanfaat untuk pemeriksaan jantung. Teknologi photon-counting juga dapat digunakan untuk berbagai pemeriksaan lainnya, seperti kepala, tulang, dan organ perut.

Pada kasus patah tulang kompleks, misalnya, gambar yang lebih detail dapat membantu dokter melihat pecahan tulang berukuran kecil. Teknologi ini juga memiliki kemampuan mendeteksi jenis batu tertentu yang sebelumnya lebih sulit terlihat dengan CT scan konvensional.

Dosis Kontras Lebih Rendah

Keunggulan lain yang disoroti dr. Komang adalah kemampuan teknologi tersebut melakukan pemeriksaan dengan penggunaan cairan kontras dalam dosis lebih rendah.

Cairan kontras biasanya digunakan untuk membantu memperjelas gambaran organ atau pembuluh darah pada pemeriksaan CT scan. Pengurangan kebutuhan kontras menjadi pertimbangan penting terutama dalam pemeriksaan pasien dengan kondisi fungsi ginjal tertentu.

"Dengan kontras yang dosisnya lebih rendah, kita bisa lebih berhati-hati terhadap ginjal dibandingkan sebelumnya," ujarnya.

Lebih lanjut dr. Komang menuturkan, teknologi photon-counting telah melalui serangkaian pengujian sebelum digunakan dalam pelayanan pasien. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan aspek keamanan, baik bagi pasien maupun tenaga kesehatan.

CT Scan untuk Diagnosis, Cath Lab untuk Tindakan

Dalam layanan jantung, Direktur RS Tria Dipa dr. Hartono Tanto menjelaskan bahwa teknologi CT scan dan perangkat intervensi memiliki fungsi berbeda. CT scan digunakan untuk mendiagnosis dan mengevaluasi kondisi pasien, sedangkan perangkat intervensi yang berada di ruang kateterisasi jantung digunakan untuk melakukan tindakan medis, termasuk pemasangan stent.

"Ini alat yang mengetahui sakitnya, yang di atas itu (Cathlab, red) yang mengobatinya. Yang ini mendiagnosis, yang di atas melakukan pengobatan," katanya.

Kehadiran teknologi diagnostik terbaru tersebut merupakan bagian dari kolaborasi strategis RS Tria Dipa dengan Siemens. Melalui kerja sama tersebut, rumah sakit memperoleh akses untuk menggunakan teknologi terbaru dalam mendukung pelayanan medis.

Sementara untuk layanan menggunakan BPJS Kesehatan, pihak rumah sakit menyebut masih diperlukan proses pembaruan dan persetujuan sesuai ketentuan yang berlaku, sebelum teknologi tersebut dapat sepenuhnya masuk dalam skema pelayanan BPJS.

Dengan hadirnya teknologi CT scan photon-counting, RS Tria Dipa berharap kemampuan diagnosis yang lebih cepat, detail, dan presisi dapat semakin memperkuat layanan kesehatan di Indonesia. Sekaligus, mengurangi kebutuhan masyarakat untuk mencari pemeriksaan diagnostik berteknologi tinggi di luar negeri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....