Puskesmas Jemput Bola, Sasar Siswa Cek Kesehatan Gratis

  • 14 Agt 2026 23:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Puskesmas Duren Jaya melaksanakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan metode jemput bola ke sekolah-sekolah di Bekasi Timur untuk memenuhi target pasien.
  • Di SD Santa Maria Monica, program ini melayani sekitar 700 siswa dengan pemberian vaksin campak (105 orang), vaksin HPV (67 siswa perempuan), dan pemeriksaan kesehatan menyeluruh.

RRI.CO.ID-Jakarta: Penuhi target pasien Cek Kesehatan Gratis (CKG) Puskesmas Duren Jaya, Bekasi Timur melakukan metode jemput bola. Bekerja sama dan mendatangi sekolah di wilayah sekitar, mereka memberikan vaksin imunisasi campak, HPV, dan cek kesehatan keseluruhan.

Kali ini kegiatan yang berlangsung di SD Santa Maria Monica, Bekasi Timur melayani CKG kurang lebih 700 siswa. Vaksin campak diberikan pada 105 siswa, vaksin HPV sebanyak 67 siswa perempuan, dan cek kesehatan keseluruhan bagi murid.

Kepala Sekolah SD Santa Maria Monica Tika mengatakan murid dan wali murid antusias dengan kegiatan CKG. Sekolah sebelumnya melakukan sosialisasi terlebih dahulu melalui wa grup dan memberikan selebaran secara daring.

Tanggapan positif dan antusiasme wali murid terbukti dengan hampir semua wali murid mengisi skrining data dan surat pernyataan. Namun bagi murid yang sudah vaksin atau dalam keadaan sakit, maka wali murid tidak perlu melakukan kedua hal tersebut.

"Kami sosialisasikan kegiatan ini pada murid dan wali murid melalui wa grup, memberikan eflyer. Kami juga meminta orang tua murid untuk mengisi skrining data anak dan menanda tangani surat pernyataan, hampir semua mengisi kecuali kalau si anak sakit atau sudah vaksin maka mereka tidak mengisi," ucap Tika.

Kepala Puskesmas Duren Jaya, Bekasi Timur Drg. Ria Yoesriati mengatakan bahwa jemput bola CKG menjadi kegiatan rutin tahunan puskesmas. Hal ini dilakukan untuk memenuhi target pasien CKG sebanyak 38.500 jiwa tahun 2026.

"Ini sudah menjadi tahun kedua untuk kami mengadakan kegiatan jemput bola CKG. Tahun 2026 ini kami punya target 38.500 jiwa untuk pasien CKG ," ucap Drg.Ria saat diwawancarai RRI, Jumat 14 Agustus 2026.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa puskesmas harus jeli dan berinovasi untuk memenuhi target pasien CKG. Ini juga menjadi salah bentuk cegah dini, tuntas atasi penyakit pada masyarakat.

"Kita harus pinter cari cara, jeli dan bisa berinovasi bagaimana masyarakat bisa ikut CKG dan target kita juga terpenuhi. Dengan adanya CKG juga sebenernya penyakit bisa terdeteksi sejak dini dan bisa diobati secara tuntas atau simpelnya cegah dini, tuntas atasi," ujarnya.

Selaras dengan keterangan Kepala Puskesmas, Dr Mira, tenaga kesehatan yang bertugas menjelaskan keseluruhan jumlah target siswa sebanyak 13.500. Saat ini baru sekitar 2000 siswa yang sudah mengikuti CKG dari jumlah target sasaran 16 SD, 6 SMP, 12 SMA.

"Ada sekitar 13.500 siswa menjadi target CKG, dan jumlah itu total keseluruhan siswa dari 16 SD, 6 SMP, 12 SMA," ucap Dr. Mira.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....