Jangan Dilewatkan! Pemanasan dan Pendinginan Bantu Olahraga Lebih Aman

  • 13 Agt 2026 06:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemanasan dan pendinginan membantu tubuh beradaptasi secara bertahap sebelum dan setelah melakukan aktivitas olahraga dengan intensitas tinggi.
  • Banyak orang menganggap pemanasan dan pendinginan sebagai bagian kecil yang dapat dilewati ketika terburu-buru, padahal keduanya sangat penting untuk kesehatan.
  • Tubuh perlu dipersiapkan dengan baik sebelum berolahraga untuk mencegah cedera dan memaksimalkan manfaat kesehatan dari aktivitas fisik.

RRI.CO.ID, Jakarta - Olahraga memang menyehatkan, tetapi tubuh tetap perlu dipersiapkan sebelum melakukan aktivitas dengan intensitas tinggi. Pemanasan dan pendinginan membantu tubuh beradaptasi secara bertahap sebelum dan setelah berolahraga.

Pemanasan dan pendinginan sering dianggap sebagai bagian kecil yang boleh dilewati ketika seseorang sedang terburu-buru. Padahal, keduanya membantu tubuh beralih secara bertahap dari kondisi istirahat menuju aktivitas dan sebaliknya.

Pemanasan dilakukan selama beberapa menit sebelum seseorang memasuki aktivitas dengan intensitas lebih tinggi. Gerakannya dapat disesuaikan dengan aktivitas utama agar tubuh lebih siap melakukan gerakan olahraga.

Melansir American Heart Association, pemanasan membantu meningkatkan aliran darah menuju otot dan menaikkan suhu tubuh secara bertahap. Proses tersebut juga membantu meningkatkan detak jantung dan pernapasan sebelum memasuki aktivitas yang lebih berat.

Pemanasan juga dapat membantu mengurangi risiko cedera sebelum seseorang melakukan aktivitas fisik. Karena itu, tubuh sebaiknya tidak langsung dipaksa melakukan gerakan dengan intensitas tinggi.

Jenis pemanasan dapat disesuaikan dengan olahraga yang akan dilakukan agar tubuh memperoleh persiapan yang cukup. Berjalan, mengangkat lutut, memutar bahu, squat, dan gerakan berintensitas rendah dapat menjadi pilihan.

Misalnya, seseorang yang akan berlari dapat memulai dengan berjalan atau bergerak perlahan sebelum meningkatkan kecepatan. Prinsip serupa dapat diterapkan pada olahraga lain dengan menyesuaikan gerakan terhadap aktivitas utama.

Setelah olahraga selesai, tubuh juga membutuhkan waktu untuk beralih dari aktivitas intens menuju kondisi istirahat. Pendinginan dapat dilakukan melalui aktivitas berintensitas rendah agar perubahan kondisi tubuh berlangsung secara bertahap.

Masih melansir American Heart Association, pendinginan membantu menurunkan detak jantung dan pernapasan secara bertahap setelah olahraga selesai. Proses tersebut juga membantu tubuh beralih kembali menuju kondisi istirahat.

Berhenti berolahraga terlalu cepat dapat membuat tekanan darah turun secara tajam dan memicu rasa pusing. Karena itu, aktivitas ringan setelah olahraga dapat membantu tubuh melakukan transisi secara bertahap.

Setelah jogging, misalnya, seseorang dapat mengurangi kecepatan secara perlahan hingga berubah menjadi jalan santai. Cara tersebut membantu tubuh menurunkan intensitas aktivitas sebelum benar-benar berhenti.

Pemanasan dan pendinginan bukan sekadar rutinitas tambahan sebelum dan sesudah olahraga. Meluangkan beberapa menit untuk keduanya membantu tubuh beradaptasi saat memulai maupun mengakhiri aktivitas fisik. (Shafa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....