Operasi Katarak Massal Bantu Kurangi Risiko Kebutaan di Banyumas
- 07 Agt 2026 20:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Operasi katarak massal merupakan upaya penting untuk membantu masyarakat kurang mampu memulihkan penglihatan yang terganggu akibat katarak.
- Program ini dilaksanakan di Kabupaten Banyumas dengan fokus pada kelompok yang tidak mampu mengakses layanan kesehatan mata secara mandiri.
- Dr.dr. Muhamad Rifqy Setyanto, Sp.M(K) selaku Ketua Badan Advokasi JKN, Koding dan Remunerasi PP Perdami mendukung penuh inisiatif operasi katarak massal ini.
RRI.CO.ID, Kabupaten Banyumas – Operasi katarak massal kembali digelar di Kabupaten Banyumas sebagai upaya menekan angka kebutaan yang masih tinggi di Indonesia. Program ini menyasar masyarakat kurang mampu yang selama ini terkendala biaya untuk menjalani operasi.
Ketua Badan Advokasi, JKN, Koding, dan Remunerasi PP Perdami, Muhamad Rifqy Setyanto, mengatakan operasi katarak menjadi solusi efektif untuk mengembalikan penglihatan pasien. Menurutnya, sebagian besar penderita dapat kembali melihat dengan baik setelah menjalani tindakan operasi.
"Kegiatan ini adalah operasi katarak massal yang sangat dibutuhkan untuk membantu masyarakat. Khususnya masyarakat yang kurang mampu," kata Rifqy saat ditemui di Rumah Sakit Khusus Mata, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat 7 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, katarak masih menjadi penyebab utama kebutaan yang sebenarnya dapat dicegah. Dengan penanganan yang tepat, tingkat keberhasilan operasi sangat tinggi sehingga kualitas hidup pasien dapat kembali meningkat.
"Untungnya, katarak ini bisa dilakukan operasi dan pemulihannya bahkan bisa sampai 100 persen. Sehingga penglihatan pasien dapat kembali seperti orang yang tidak mengalami katarak," ujarnya.
Rifqy mengatakan kegiatan di Banyumas merupakan bagian dari program kolaborasi PP Perdami dengan Noor Dubai Foundation. Banyumas menjadi lokasi pelaksanaan tahap kedua setelah program sebelumnya digelar di sejumlah daerah.
"Program ini kita bersyukur dibantu oleh Noor Dubai Foundation. Banyumas menjadi salah satu lokasi pelaksanaan operasi katarak, dan ini merupakan tahap kedua," ucapnya.
Pada tahap pertama yang berlangsung hingga April 2026, sekitar 500 pasien telah menjalani operasi katarak di Nusa Tenggara Timur. Lalu di Nusa Tenggara Barat, dan Kalimantan Tengah.
PP Perdami berharap program serupa terus diperluas. Agar semakin banyak masyarakat memperoleh layanan operasi katarak gratis dan angka kebutaan akibat katarak di Indonesia dapat ditekan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....