Menkes Fokuskan Cek Kesehatan Gratis untuk Tiga Penyakit Prioritas

  • 04 Agt 2026 20:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) kini berfokus pada pemeriksaan sekaligus pengobatan penyakit prioritas untuk menekan risiko stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal di Indonesia.
  • Pemerintah menargetkan 130 juta peserta pada tahun ini setelah 70 juta masyarakat mengikuti pemeriksaan kesehatan pada tahun lalu.
  • Hingga akhir Juni, jumlah masyarakat yang telah menjalani pemeriksaan telah mencapai sekitar 56 juta orang, mencapai 43 persen dari target tahunan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) kini berfokus pada pemeriksaan sekaligus pengobatan penyakit prioritas. Langkah itu bertujuan menekan risiko stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal di Indonesia.

Menurut Budi, setelah sekitar 70 juta masyarakat mengikuti pemeriksaan kesehatan pada tahun lalu, pemerintah menargetkan 130 juta peserta pada tahun ini. Hingga akhir Juni, jumlah masyarakat yang telah menjalani pemeriksaan telah mencapai sekitar 56 juta orang.

“Tujuannya bukan hanya mengecek, tujuannya masyarakat sehat. Tahun lalu kita fokusnya ke mengecek, tahun ini kita mulai fokus pada pengobatan dan penanganannya,” kata Budi Gunadi Sadikin saat konferensi pers di kantor Kemenkes, Selasa, 4 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, pemerintah akan memprioritaskan penanganan tiga kondisi kesehatan yang paling banyak memicu penyakit mematikan. Ketiga penyakit tersebut yakni tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi.

“Kita akan fokus dulu mengobati tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi. Kalau tiga ini bisa kita kendalikan, maka penyakit stroke, jantung, dan ginjal, yang merupakan tiga dari empat penyakit pembunuh utama, bisa kita kurangi,” ujarnya.

Menkes mengatakan hasil pemeriksaan kesehatan masyarakat akan menjadi dasar penyusunan intervensi yang lebih terarah. Kemenkes juga akan menggandeng para ahli kesehatan masyarakat untuk mengolah data sehingga dapat digunakan sebagai acuan dalam penyusunan kebijakan kesehatan.

“Saya butuh bantuan teman-teman media untuk menyosialisasikan ini. Target dari Bapak Presiden Prabowo Subianto adalah menaikkan rata-rata usia harapan hidup masyarakat Indonesia,” ucap Budi.

Menkes menegaskan pengendalian hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi menjadi fokus pemerintah meningkatkan usia harapan hidup masyarakat Indonesia. Sekaligus menekan kematian akibat stroke, penyakit jantung, serta gagal ginjal.

“Kami memprioritaskan pengendalian hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi. Langkah ini meningkatkan usia harapan hidup sekaligus menekan kematian akibat stroke, jantung, dan gagal ginjal,” ucap Menkes.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....