Inovasi Double Pyramid Thread Lift Diperkenalkan Dokter Indonesia

  • 30 Jul 2026 12:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Inovasi kedokteran estetika Indonesia, yaitu teknik Double Pyramid Thread Lift dari Dr. Teguh Tanuwidjaja, mendapat pengakuan internasional di Global Aesthetics Summit 2026.
  • Teknik ini menawarkan solusi non-bedah untuk pengangkatan wajah dengan efek pengencangan jaringan dan penambahan volume secara proporsional.
  • Presentasi dilakukan di Goa, India, dan merupakan bukti kemajuan penelitian dan inovasi medis estetika yang dikembangkan di Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta – Inovasi di bidang kedokteran estetika yang dikembangkan di Indonesia mulai mendapat perhatian dalam forum ilmiah internasional. Salah satunya melalui teknik Double Pyramid Thread Lift dari Assoc. Prof. Dr. dr. Teguh Tanuwidjaja, M.Biomed (AAM) dalam dua forum estetika global sepanjang Juli 2026.

Teknik tersebut dipresentasikan pada Global Aesthetics Summit 2026 di Goa, India, melalui materi bertajuk The Ultimate Non-Surgical Superficial Facelift: Lifting–Tightening–Volumizing Thread. Pendekatan ini menawarkan prosedur thread lift untuk menghasilkan efek pengangkatan wajah, serta mengencangkan jaringan dan memberikan volume secara lebih proporsional.

Double Pyramid Thread Lift dikembangkan berdasarkan pengalaman klinis selama lebih dari dua dekade. Teknik ini dirancang untuk menghasilkan distribusi tarikan benang yang lebih stabil sehingga efek lifting lebih optimal dengan tetap mempertahankan hasil alami.

Selain itu, pendekatan tersebut menekankan aspek keamanan prosedur, pemahaman anatomi wajah. Bahkan, penyesuaian tindakan sesuai karakteristik setiap pasien.

"Teknik ini lahir dari pengalaman klinis yang panjang dalam menangani berbagai karakteristik wajah. Tujuannya bukan sekadar menghasilkan efek lifting yang kuat, tetapi juga menjaga keseimbangan anatomi sehingga hasilnya tetap natural dan aman bagi pasien," ujar Dr. Teguh dalam keterangan tertulis, Kamis, 30 Juli 2026.

Dalam forum ilmiah tersebut, teknik yang dikembangkan di Indonesia itu mendapat perhatian peserta dari berbagai negara. Sekaligus menawarkan pendekatan yang mengedepankan personalisasi tindakan dibandingkan penggunaan satu metode yang seragam.

Selain memperkenalkan inovasi thread lift, Dr. Teguh juga memaparkan konsep facial optimization pada Global Aesthetics Summit 2026 di Bali. Melalui presentasi berjudul Compatible Combination Modalities for Facial Optimization, ia menjelaskan, peremajaan wajah modern memerlukan kombinasi berbagai modalitas.

Hal ini tentu menyesuaikan dengan kondisi anatomi dan proses penuaan masing-masing individu. Menurutnya, optimalisasi wajah tidak cukup mengandalkan satu jenis tindakan.

Analisis terhadap struktur tulang, jaringan lemak, ligamen wajah, hingga kualitas kulit menjadi dasar dalam menentukan kombinasi prosedur. Di antaranya, thread lift, skin booster, maupun modalitas estetika lainnya agar hasil tetap proporsional dan alami.

"Setiap wajah memiliki anatomi dan proses penuaan yang berbeda. Karena itu, tidak ada satu tindakan yang cocok untuk semua orang," ujarnya.

"Pendekatan yang kami kembangkan selalu diawali dengan analisis anatomi. Sehingga terapi yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasien," kata Dr. Teguh.

Pengembangan teknik tersebut dilakukan melalui praktik klinis di Teta Clinic yang berdiri sejak tahun 2000. Selama lebih dari 25 tahun, klinik tersebut mengembangkan berbagai pendekatan berbasis evidence-based medicine di bidang anti-aging, thread lift, dan facial optimization.

Menurutnya, forum ilmiah internasional menjadi ruang untuk bertukar pengalaman. Sekaligus memperkenalkan hasil pengembangan yang dilakukan di Indonesia kepada komunitas medis global.

"Harapannya semakin banyak kolaborasi riset dan pertukaran pengetahuan yang melibatkan dokter Indonesia. Dengan begitu, inovasi yang lahir dari praktik klinis di dalam negeri juga dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu kedokteran estetika di tingkat internasional," ujarnya.

Keikutsertaan inovasi dari Indonesia dalam forum tersebut menunjukkan bahwa pengembangan teknik di bidang aesthetic medicine tidak hanya mengikuti perkembangan global. Tetapi juga mulai memberikan kontribusi terhadap diskusi ilmiah internasional melalui pendekatan yang lahir dari praktik klinis di dalam negeri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....