Riset FKUI: Kolagen Berpotensi Percepat Penyembuhan Luka Diabetes

  • 30 Jul 2026 20:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) mengembangkan riset mengenai pemanfaatan kolagen
  • Sebagai terapi pendamping untuk membantu mempercepat penyembuhan ulkus kaki pada penyandang diabetes
  • Doktor FKUI dr. Meiliati Aminyoto mengatakan hasil penelitian menunjukkan suplementasi kolagen berpotensi meningkatkan proses penyembuhan luka

RRI.CO.ID, Jakarta - Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) mengembangkan riset mengenai pemanfaatan kolagen. Sebagai terapi pendamping untuk membantu mempercepat penyembuhan ulkus kaki pada penyandang diabetes.

Doktor FKUI dr. Meiliati Aminyoto mengatakan hasil penelitian menunjukkan suplementasi kolagen berpotensi meningkatkan proses penyembuhan luka. Apabila diberikan bersamaan dengan terapi standar.

"Kolagen mudah diserap tubuh dan kaya akan asam amino untuk memperbaiki jaringan yang rusak. Selain membantu pembentukan jaringan baru, kolagen menciptakan kondisi yang lebih baik bagi proses penyembuhan luka," kata Meiliati, Kamis, 30 Juli 2026.

Penelitian tersebut melibatkan 69 pasien ulkus kaki diabetik. Hasilnya, pasien yang mengonsumsi 10 gram kolagen hidrolisat setiap hari selama 21 hari menunjukkan penyembuhan luka yang lebih baik dibandingkan pasien yang hanya menjalani terapi standar.

Selain mempercepat penyembuhan luka, pemberian kolagen juga meningkatkan kadar albumin serum yang berperan dalam pembentukan jaringan baru. Serta menunjukkan kecenderungan menurunkan proses inflamasi.

Menurut Meiliati, temuan tersebut memperkuat pentingnya pendekatan nutrisi dalam penanganan ulkus kaki diabetik. Meski demikian, penelitian lanjutan dengan jumlah responden yang lebih besar masih diperlukan untuk memastikan manfaat jangka panjang terapi tersebut.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum FKUI Prof. Neng Tine Kartinah mengapresiasi hasil penelitian tersebut. Karena dinilai memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu gizi klinik dan pelayanan kesehatan.

"Saya berharap penelitian ini terus dikembangkan. Sehingga dapat bermanfaat lebih luas bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan kualitas hidup pasien di Indonesia," kata Neng Tine.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....