BPOM Siap Uji Produk Impor hingga Obat Inovatif
- 06 Jul 2026 14:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badan Pengawas Obat dan Makanan memastikan laboratoriumnya siap menghadapi meningkatnya arus impor obat, kosmetik, suplemen, dan pangan nasional.
- Fasilitas pengujian BPOM mampu menjamin keamanan, mutu, dan kualitas berbagai produk, termasuk obat inovatif yang terus berkembang global.
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan laboratoriumnya siap menghadapi meningkatnya impor obat, kosmetik, suplemen, dan pangan nasional. Fasilitas pengujian BPOM mampu menjamin keamanan, mutu, dan kualitas berbagai produk, termasuk obat inovatif yang terus berkembang global.
"Fasilitas laboratorium kami siap menguji produk secanggih apa pun, termasuk obat-obatan inovatif dan produk baru. Laboratorium BPOM terus diperkuat mengikuti perkembangan teknologi global,” kata Kepala BPOM Taruna Ikrar saat konferensi pers di Kantor BPOM Jakarta, Senin, 6 Juli 2026.
Taruna menyebut, kewenangan BPOM mencakup riset, premarket, postmarket, hingga penegakan hukum dalam pengawasan obat dan makanan. Kewenangan itu penting karena Indonesia masih bergantung pada impor bahan baku berbagai produk.
Ia menyebut, sekitar 90 persen bahan baku obat masih diimpor. Baik dalam bentuk bahan baku mentah maupun produk antara (intermediate product).
Sementara, industri kosmetik nasional telah mendominasi sekitar 80 persen pasar domestik, sedangkan sisanya masih diisi produk multinasional. “Produsen suplemen dalam negeri terus bertambah, tetapi sebagian masih diproduksi perusahaan multinasional karena berkaitan dengan industri farmasi global,” ucap Taruna.
Pada sektor pangan, Taruna mengatakan mayoritas produk masih diproduksi di dalam negeri, meski sejumlah komoditas tetap berasal dari impor. Karena itu, kesiapan laboratorium menjadi faktor penting untuk memastikan seluruh produk yang beredar memenuhi standar keamanan, mutu, dan khasiat.
“Kalau berbicara kesiapan badan POM sebagai laboratorium pengetes, sampai sekarang kita termasuk yang masih terbaik di Asia. Khususnya Asia Tenggara, karena kita memiliki laboratorium pengujian yang lengkap,” ujarnya.
Menurutnya, BPOM memiliki kemampuan menguji makanan, narkotika, hingga obat yang berkaitan dengan virus melalui fasilitas animal center berstandar tinggi. Kemampuan tersebut menjadi modal BPOM dalam menghadapi perkembangan teknologi dan masuknya produk-produk baru ke Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....