BPOM Perkuat Laboratorium Terhubung Lima Benua Awasi Obat dan Makanan

  • 06 Jul 2026 11:49 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Pengawas Makanan Obat dan Makanan (BPOM) memperkuat kapasitas laboratorium melalui pengembangan teknologi dan jejaring internasional untuk menjamin keamanan, mutu, serta khasiat obat makanan
  • Langkah itu dilakukan guna meningkatkan pengawasan berbasis sains menghadapi tantangan peredaran obat palsu dan produk pangan berisiko.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pengawas Makanan Obat dan Makanan (BPOM) memperkuat kapasitas laboratorium melalui pengembangan teknologi dan jejaring internasional untuk menjamin keamanan, mutu, serta khasiat obat makanan. Langkah itu dilakukan guna meningkatkan pengawasan berbasis sains menghadapi tantangan peredaran obat palsu dan produk pangan berisiko.

“Kami mengembangkan perangkat yang lebih spesifik berupa aplikasi untuk penilaian obat dan makanan berbasis laboratorium. Ke depan, melalui dukungan anggaran ADB, kami akan memperluas penguatan laboratorium dari Sabang sampai Merauke,” kata Kepala BPOM Taruna Ikrar saat konferensi pers di kantor BPOM, Jakarta, Senin, 6 Juli 2026.

Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi laboratorium berlangsung sangat cepat hingga mampu menghasilkan analisis skala nano yang akurat. Taruna menilai peningkatan kemampuan laboratorium diperlukan mendeteksi berbagai risiko obat dan makanan secara lebih efektif dan cepat.

Taruna menyebut tantangan pengawasan semakin kompleks akibat peredaran obat palsu serta pangan yang tidak memenuhi standar keamanan. Laboratorium menjadi instrumen utama mendukung pengawasan berbasis bukti ilmiah guna menjamin mutu, gizi, dan khasiat produk.

“Terkoneksinya laboratorium BPOM di Indonesia saja tidak cukup. Laboratorium kita harus terkoneksi dengan dunia luar agar tumbuh saling percaya dan pengakuan terhadap hasil pengujian,” ujarnya.

Taruna mengatakan penguatan jejaring laboratorium inovatif, berkelanjutan, dan terhubung hingga lima benua menjadi strategi BPOM menghadapi tantangan pengawasan. Langkah tersebut ditempuh seiring kemajuan teknologi yang terus mendorong perkembangan pengawasan obat dan makanan.

“Penguatan jejaring laboratorium inovatif, berkelanjutan, dan terhubung lima benua menjadi strategi BPOM menghadapi tantangan pengawasan. Perkembangan teknologi menuntut pengawasan obat dan makanan semakin adaptif serta berbasis sains,” kata Taruna menjelaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....