ISPA Serang 154 Bumil dan Balita buntut Kebakaran TPA Jatiwaringin

  • 02 Jul 2026 14:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang melaporkan sebanyak 154 warga terkena gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)
  • Hal itu diduga akibat terdampak asap kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin yang luasnya 33 hektar

RRI.CO.ID, Tangerang - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 154 warga terkena gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Hal itu diduga akibat terdampak asap kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin yang luasnya 33 hektar.

"Yang sudah kita periksa sejak Selasa 30 Juni 2026 malam lebih kurang 154 warga. Mayoritas itu penyakit ISPA," ujar Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, Rabu 1 Juli 2026.

Hendra mengatakan dari total 154 jiwa yang teridentifikasi ISPA ini mayoritasnya merupakan kelompok ibu hamil (bumil) dan balita. Dimana, mereka saat ini telah dilakukan penanganan medis untuk pemulihan fisiknya.

Dari temuan ratusan jiwa yang terdampak ISPA tersebut satu pasien diantaranya dilakukan perawatan intensif. "Ada satu kasus, yaitu ibu hamil kita rujuk ke RSUD untuk dilakukan penanganan," ucapnya.

Hendra juga mengaku melihat situasi kedaruratan ini, pihaknya telah menerjunkan 25 petugas medis. Mereka tergabung dalam tim kesehatan melalui unit Puskesmas ditiga wilayah yang mencakup Kecamatan Rajeg, Mauk dan Sukadiri.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah membuka lima posko terpadu untuk layanan kesehatan. "Sudah membuka empat posko dan satu pos siaga," kata dia.

Dia merinci empat posko itu, tiga posko ada di Kecamatan Rajeg, kemudian satu poskonya ada di Kecamatan Sukadiri. "Kemudian pos siaganya ada di sini, di TPA Jatiwaringin, Mauk," ujarnya.

Dalam hal ini, Dikes juga tengah melakukan mitigasi dan antisipasi terhadap perluasan penyebaran asap kebakaran TPA Jatiwaringin. Walaupun, seluruh Puskesmas disiagakan untuk bisa melakukan penanganan terhadap korban-korban yang terdampak dari musibah kebakaran tersebut.

"Jadi semua Puskesmas kita sudah buat kewaspadaan agar jika terjadi bencana asapnya sampai ke daerah mereka dengan menyiapkan masker. Hari ini saya perintahkan tim dari Dinkes menambah stok masker untuk Puskesmas-Puskesmas yang kita perkiraan terdampak," kata dia.

Sebelumnya, Kepala BNPB Suharyanto menyatakan telah menginstruksikan jajaran segera menuju lokasi guna melakukan asesmen lanjutan. Selain itu berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan memperkuat upaya pemadaman.

Berdasarkan hasil asesmen sementara di lapangan, proses pemadaman mengalami kendala karena material yang terbakar didominasi sampah dan bahan mudah terbakar. Selain itu, titik api berada pada tumpukan sampah dengan ketinggian tertentu sehingga sulit dijangkau oleh petugas.

Kondisi tersebut diperparah dengan embusan angin serta cuaca panas yang menyebabkan api cepat menjalar ke berbagai arah. Untuk mempercepat pengendalian kebakaran, ia menginstruksikan pengerahan helikopter pengebom air guna mendukung operasi pemadaman dari udara.

Selain itu, upaya pemadaman di darat terus dilakukan dengan mengerahkan 10 mobil pemadam kebakaran berasal dari berbagai instansi. Petugas memfokuskan pemadaman pada area yang dapat dijangkau untuk menahan laju penyebaran api.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....