Menkes Minta MBG Diprioritaskan untuk Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita

  • 22 Jun 2026 15:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta Program Makan Bergizi Gratis memprioritaskan pemenuhan gizi ibu hamil dan menyusui.
  • Menurut Menkes, balita juga harus menjadi sasaran utama karena masa pertumbuhan menentukan kualitas kesehatan anak ke depan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diprioritaskan bagi ibu hamil dan menyusui. Menurut Menkes, balita juga harus menjadi sasaran utama karena masa pertumbuhan menentukan kualitas kesehatan anak ke depan.

Menkes menegaskan, pemenuhan gizi ibu hamil, menyusui, dan balita penting untuk menekan angka kematian ibu serta anak. Selain itu, langkah tersebut dinilai efektif mencegah berbagai masalah kesehatan sejak dini dan meningkatkan kualitas generasi.

“Jadi nomor satu adalah ibu hamil dan ibu hamil itu tolong dibantu supaya gizinya bagus. Selain anak-anak, ibu hamil adalah target yang harus kita kejar untuk dipenuhi gizinya,” kata Budi Gunadi Sadikin saat diwawancarai awak media di kantor Kemenkes Jakarta, Senin, 22 Juni 2026.

Menkes menjelaskan, banyak persoalan kesehatan yang muncul akibat kurangnya asupan gizi pada masa kehamilan dan awal kehidupan anak. Kondisi tersebut dapat berdampak pada tumbuh kembang anak hingga meningkatkan risiko penyakit di kemudian hari.

Budi menilai, keberhasilan Program MBG akan memberikan dampak besar terhadap upaya pengurangan beban kesehatan nasional. Karena itu, ia meminta perhatian tidak hanya diberikan kepada anak usia sekolah, tetapi juga pada periode awal kehidupan.

“Yang kedua, ibu menyusui, begitu sudah melahirkan, ibu menyusui itu perlu gizinya. Jadi ibu hamil, ibu menyusui, dan yang ketiga itu balita,” ujarnya.

Ia menegaskan, masa balita merupakan periode emas atau golden period yang menentukan kualitas kesehatan seseorang pada masa depan. Karena itu, kebutuhan gizi anak sebelum memasuki usia sekolah harus dipenuhi secara optimal.

“Masa balita merupakan golden period yang menentukan kualitas kesehatan seseorang pada masa depan. Karena itu, kebutuhan gizi anak sebelum memasuki usia sekolah harus dipenuhi secara optimal,” kata Menkes Budi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....