Peringati HUT Ke-72, IDAI Berkomitmen Layani Anak Indonesia

  • 14 Jun 2026 14:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IDAI menegaskan komitmennya melayani anak Indonesia pada peringatan HUT ke-72 melalui berbagai kegiatan kesehatan dan edukasi masyarakat.
  • Puncak peringatan HUT IDAI di Ragunan menghadirkan layanan pelatihan bantuan hidup dasar, skrining tumbuh kembang, dan skrining kelainan endokrin.
  • IDAI menyoroti masih tingginya angka kematian bayi, rendahnya cakupan imunisasi, serta masalah stunting, gizi buruk, dan obesitas pada anak Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso menegaskan pihaknya berkomitmen melayani anak-anak Indonesia. Komitmen tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) IDAI ke-72 pada 14 Juni.

Piprim mengatakan, peringatan HUT IDAI sebelumnya telah diisi berbagai kegiatan yang dilaksanakan seluruh cabang organisasi. Saat ini, IDAI memiliki 34 cabang yang turut menyelenggarakan berbagai kegiatan bagi masyarakat.

"Hari ini, tepat tanggal 14 Juni, kami memperingati hari ulang tahun Ikatan Dokter Anak Indonesia ke-72. Serangkaian acara sebelumnya memang sudah dilakukan oleh seluruh IDAI cabang, kita ada 34 cabang," kata Piprim saat ditemui di Jakarta Selatan, Minggu, 14 Juni 2026.

Ia menjelaskan, puncak peringatan HUT IDAI ke-72 digelar di kawasan Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta. Kegiatan tersebut dikemas dalam konsep pelayanan langsung kepada masyarakat.

Menurut Piprim, sejumlah kegiatan yang dilaksanakan antara lain pelatihan bantuan hidup dasar bagi orang tua. Selain itu, terdapat skrining tumbuh kembang anak dan skrining kelainan endokrin.

"Konsepnya adalah bagaimana IDAI tetap bisa melayani anak-anak Indonesia. Ada pelatihan bantuan hidup dasar untuk orang tua, screening tumbuh kembang, dan screening kelainan endokrin," ujarnya.

Piprim menegaskan, berbagai dinamika yang dihadapi organisasi tidak mengurangi semangat IDAI dalam memberikan pelayanan. Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama organisasi profesi tersebut.

Pada kesempatan itu, Piprim juga menyoroti kondisi kesehatan anak Indonesia yang menunjukkan sejumlah perbaikan dibandingkan masa lalu. Namun, menurutnya, capaian tersebut masih perlu ditingkatkan jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga.

Ia mengatakan, Indonesia masih menghadapi tingginya angka kematian bayi dan balita. Selain itu, sejumlah penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi kembali bermunculan.

Menurut Piprim, rendahnya cakupan imunisasi menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian. Penyakit seperti difteri, pertusis, polio, dan campak masih ditemukan di sejumlah wilayah.

"Ini bermunculan kembali karena cakupan imunisasi yang sangat rendah. Karena juga akibat banyak orang tua yang galau terhadap imunisasi," katanya.

Selain penyakit infeksi, Indonesia juga masih menghadapi masalah stunting, gizi kurang, dan gizi buruk. Di sisi lain, kasus obesitas serta berbagai penyakit metabolik akibat pola hidup tidak sehat juga terus meningkat.

Piprim menegaskan, IDAI akan terus mengedukasi masyarakat dan memberikan pelayanan kepada anak-anak Indonesia. Langkah tersebut dilakukan agar berbagai permasalahan kesehatan anak dapat ditangani secara bersama-sama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....