BPOM Upayakan Harga Obat Tetap Stabil di Tengah Kenaikan Biaya Produksi

  • 03 Jun 2026 12:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BPOM melihat adanya kecenderungan kenaikan harga obat akibat tingginya ketergantungan bahan baku pada industri petrokimia global
  • Transaksi bahan baku yang menggunakan dolar turut meningkatkan biaya produksi industri farmasi nasional
  • Pemerintah memberikan berbagai kemudahan, termasuk fleksibilitas pasokan dan kemasan, untuk menahan lonjakan harga obat agar tidak terlalu tinggi

RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala BPOM Taruna Ikrar menyatakan terdapat kecenderungan peningkatan harga obat seiring berbagai tekanan ekonomi global. Ia mengatakan kondisi tersebut tidak terhindarkan mengingat struktur biaya bahan baku farmasi yang masih bergantung tinggi.

Taruna menjelaskan bahan baku obat kimia sebagian besar berasal dari industri petrokimia global saat ini. Menurutnya lebih dari tiga puluh persen bahan baku terkait dengan produk petrokimia di pasar internasional.

“Kita melihat ada kecenderungan mengalami peningkatan harga. Karena kita tahu bahan baku obat, khususnya obat-obat kimia itu di atas 30 persen bahan bakunya dari petrokimia,” ujarnya usai kegiatan Kick Off ‘Pekan Jamu 2026’ di Kantor BPOM, Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.

Ia menambahkan, komoditas petrokimia termasuk bensin umumnya dibeli menggunakan mata uang dolar dalam berbagai transaksi perdagangan. Kondisi tersebut turut mempengaruhi biaya yang harus ditanggung industri farmasi nasional dalam menjalankan kegiatan produksinya.

Taruna mengatakan industri farmasi perlu bertahan sehingga kemungkinan melakukan penyesuaian harga produk mereka secara terbatas. Namun pemerintah berharap kenaikan yang terjadi tidak terlalu tinggi bagi masyarakat pada kondisi ekonomi saat ini.

“Tentu industri farmasi kita supaya bisa survive tentu akan menaikkan, tapi kita dari pemerintah kita berharap kenaikannya jangan terlalu tinggi. Nah, oleh karena itu dari pemerintah memberikan berupa kemudahan-kemudahan,” kata Taruna.

Pemerintah memberikan berbagai kemudahan termasuk perubahan kemasan serta penggantian sumber pasokan dari negara lain yang memungkinkan. Ia yakin langkah tersebut dapat menstabilkan harga obat agar kenaikannya tidak ekstrem bagi masyarakat secara luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....