Begadang Mengurangi Waktu Tidur, Ini Efek Sampingnya

  • 13 Mei 2026 15:53 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Begadang dapat mengganggu kesehatan fisik dan menurunkan produktivitas harian seseorang.
  • Menjaga pola tidur teratur penting untuk menjaga kesehatan tubuh, meningkatkan produktivitas, dan kualitas hidup.
  • Orang dewasa membutuhkan tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam untuk menjaga kondisi tubuh tetap optimal.
  • Efek begadang yang paling umum meliputi kantuk berlebihan, kelelahan, sering menguap, dan sulit berkonsentrasi.

RRI.CO.ID, Jakarta – Begadang sering kali dianggap sepele, padahal kebiasaan tersebut dapat mengganggu kesehatan fisik serta produktivitas harian seseorang. Rata-rata orang dewasa membutuhkan tidur tujuh hingga sembilan jam setiap malam agar waktu tidur tercukupi.

Kurangnya waktu tidur karena begadang membuat tubuh kehilangan kesempatan melakukan perbaikan sel, serta konsolidasi memori secara optimal setiap malam. Efek begadang paling umum yakni kantuk berlebihan, kelelahan, sering menguap, dan menurunnya konsentrasi selama beraktivitas sehari-hari.

Kebiasaan begadang biasanya dipicu tuntutan pekerjaan, penggunaan gadget berlebihan, stres, maupun aktivitas hiburan lainnya setiap hari. Jika dibiarkan berkepanjangan, begadang bisa meningkatkan risiko penyakit kronis serta menurunkan kualitas hidup seseorang dalam jangka Panjang.

Penting untuk memahami risiko kesehatan akibat begadang, agar tidak menjadi kebiasaan buruk. Berikut adalah beberapa risiko kesehatan tersebut, dilansir dari berbagai sumber:

1. Penurunan sistem imun

Kurang tidur dapat menurunkan produksi sitokin, yaitu protein penting yang membantu tubuh melawan infeksi serta peradangan secara alami. Kondisi tersebut membuat tubuh lebih mudah terserang virus dan bakteri penyebab flu, batuk, maupun gangguan kesehatan lainnya

2. Risiko penyakit kronis

Dalam jangka panjang, kebiasaan begadang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis yang membahayakan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Penyakit tersebut meliputi diabetes tipe dua, hipertensi, penyakit jantung, serta stroke akibat gangguan sistem peredaran darah tubuh

3. Peningkatan berat badan dan nafsu makan meningkat

Begadang dapat mengganggu keseimbangan hormon leptin dan ghrelin yang berperan penting mengatur rasa lapar dalam tubuh manusia. Hormon ghrelin meningkat saat kurang tidur, sedangkan hormon leptin mengalami penurunan sehingga rasa kenyang berkurang drastis.

Kondisi tersebut membuat keinginan makan meningkat, terutama terhadap makanan tinggi kalori dan kandungan gula berlebihan setiap harinya. Jika berlangsung terusmenerus, kebiasaan begadang dapat memicu penambahan berat badan serta meningkatkan risiko obesitas pada tubuh

4. Penurunan fungsi otak dan mudah lupa

Begadang dapat menurunkan kemampuan berpikir, memecahkan masalah, berkonsentrasi, serta menjaga kewaspadaan selama menjalani aktivitas seharihari dengan optimal. Kondisi tersebut membuat seseorang sulit fokus sehingga meningkatkan risiko kecelakaan saat berkendara maupun bekerja setiap harinya

5. Masalah kulit dan penuaan dini

Kurang tidur dapat meningkatkan hormon kortisol yang merusak kolagen serta elastin penting untuk menjaga kesehatan kulit wajah. Kondisi tersebut menyebabkan kulit kusam, muncul lingkaran hitam, serta mempercepat tanda penuaan dini seperti kerutan wajah.

Oleh karena itu, menjaga pola tidur teratur sangat penting untuk membantu tubuh tetap sehat, bugar, dan berfungsi optimal setiap hari. Mengurangi kebiasaan begadang dapat menurunkan risiko berbagai penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup serta produktivitas seseorang. (Sarah Maulida Ali)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....