Hoaks Isu Kesehatan, Wamenkomdigi: Paling Viral setelah Politik
- 24 Apr 2026 21:06 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria menilai, hoaks isu kesehatan paling viral setelah isu politik
- Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, mendorong penanganan cepat hoaks isu kesehatan dari hulu
- Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyebut, pentingnya kolaborasi dengan platform digital untuk menangkal hoaks isu kesehatan
RRI.CO.OD, Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria mengatakan, hoaks terkait isu kesehatan menjadi salah satu yang terbanyak. Hal itu disampaikannya, saat menggelar audiensi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Risk Communication and Community Engagement (RCCE).
Bahkan Nezar menyebut, hoaks isu kesehatan berada di peringkat kedua, setelah hoaks isu terkait politik. Untuk itu ia menekankan bahwa penanganan hoaks isu kesehatan, harus segera dilakukan dari hulunya.
Wamenkomdigi mengatakan, perlunya peningkatan kolaborasi dengan platform digital, agar publik mendapat informasi yang jelas tentang sumber konten kesehatan. Sebab jika hal tersebut tidak tertangani dengan cepat, ditegaskan Nezar, akan memberikan dampak yang luas bagi masyarakat.
"Selain hoaks politik itu, yang kedua hoaks kesehatan saya kira yang paling viral. Karena kesehatan concern semua orang," kata Nezar dalam keterangan resminya, dikutip di Jakarta, Jumat, 24 April 2026.
Ia juga menyoroti, penyebaran hoaks kesehatan yang sulit dikendalikan, jika hanya mengandalkan patroli siber dan mekanisme aduan konten. Untuk itu Nezar menuturkan bahwa pemerintah, mendorong pendekatan dari hulu, dengan melibatkan platform digital dalam pengelolaan konten kesehatan.
Salah satu opsi yang dibahas dalam pertemuan tersebut, yakni dengan pemberian keterangan pada konten-konten. Hal ini dijelaskan Nezar, sebagai upaya untuk membantu publik mengetahui dan memahami sumber informasi kesehatan tersebut.
"Untuk mendeteksi hoaks kesehatan dengan jumlah konten yang mungkin ada puluhan ribu, ini agak sulit menggunakan metode biasa. Kita membuat kesepakatan bersama dengan platform, untuk melakukan semacam verifikasi akun yang legitimate, untuk membuat konten-konten kesehatan," ujar Wamenkomdigi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....