Anti Vaksin Masih Ada, Kemenkes Tekankan Pentingnya Edukasi

  • 23 Apr 2026 20:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menilai keberadaan kelompok anti vaksin masih menjadi tantangan dalam program imunisasi nasional
  • United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia, menilai penolakan vaksin dipicu kekhawatiran orang tua terhadap efek pasca imunisasi yang sering terjadi di masyarakat.
  • Deputy Resident Representative UNDP Indonesia Sujala Pant mengatakan faktor budaya sosial serta keterbatasan akses memengaruhi sikap anti vaksin.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menilai keberadaan kelompok anti vaksin masih menjadi tantangan dalam program imunisasi nasional. Meski begitu, Dante menegaskan kelompok tersebut tidak mengganggu jalannya vaksinasi pemerintah.

“Sebenernya kalau teman-teman media ini turut berperan aktif, nggak ganggu sih. Tinggal bikin tulisan-tulisan yang banyak, yang nggak bener itu, dijawab dengan satu tulisan jurnalistik yang berbasis pada data yang akurat, pasti akan ternetralisir,” kata Dante Saksono Harbuwono saat diwawancarai awak media di kantor Kemenkes, Jakarta, Kamis, 23 April 2026.

Dante menyebut fenomena anti vaksin tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara. Ia menekankan pemerintah memilih pendekatan edukatif melalui penyebaran informasi yang akurat dan mudah dipahami, dibanding langkah represif.

“Anti-vax itu tetap ada, bukan saja di Indonesia, tapi di beberapa negara-negara lain. Semakin disajikan dalam bentuk yang paling sederhana, tapi bisa mengena hatinya masyarakat, itu akan lebih bermanfaat daripada informasi yang salah,” ujar Dante.

Sementara, United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia, menilai penolakan vaksin dipicu kekhawatiran orang tua terhadap efek pasca imunisasi yang sering terjadi di masyarakat. Deputy Resident Representative UNDP Indonesia Sujala Pant mengatakan faktor budaya sosial serta keterbatasan akses memengaruhi sikap anti vaksin.

“Mungkin mereka takut bahwa itu akan mempunyai efek berat. Dan menurut saya, sebagai orang tua yang bertanggung jawab untuk melindungi anak-anak mereka, Anda ingin yakin bahwa apa yang diberikan akan melindungi mereka,” kata Sujala.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....