Musim Kering dan El Nino, Ancaman Penyakit Mengintai

  • 19 Apr 2026 08:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Musim kemarau dengan pengaruh El Nino meningkatkan risiko berbagai penyakit akibat suhu tinggi, kekeringan, dan polusi udara.
  • Kondisi ini memicu dehidrasi, ISPA, hingga penyakit tropis seperti DBD yang berpotensi menjadi kejadian luar biasa.
  • Masyarakat diimbau menjaga hidrasi, meningkatkan imunitas, serta melindungi diri saat beraktivitas di luar ruangan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Musim kemarau tahun diprediksi akan lebih kering karena pengaruh fenomena El Nino. Hal ini berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan di berbagai daerah.

Pasalnya, perubahan cuaca ekstrem memicu penurunan curah hujan, kenaikan suhu, hingga kekeringan. Humas Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Dr. Muhammad Makky Zamzami, mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap kondisi ini.

Ia menilai dampaknya bisa berbeda, tergantung karakteristik wilayah masing-masing. “Fenomena ini (el nino) sudah beberapa kali terjadi, namun dampaknya tidak merata di setiap daerah,” ujarnya, dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Sabtu, 18 April 2026.

Menurutnya, suhu tinggi saat kemarau meningkatkan risiko dehidrasi, terutama bagi pekerja di luar ruangan. Paparan matahari berlebihan, lanjutnya, juga dapat memicu lemas, pusing, hingga heatstroke dan penurunan kesadaran.

p

Selain itu, bila terjadi kebakaran hutan saat kemarau, hal itu akan memperburuk kualitas udara di sejumlah wilayah. “Asap dan polusi dapat memicu penyakit ISPA, asma, hingga bronkitis pada masyarakat,” katanya.

Ancaman lain adalah meningkatnya penyakit tropis seperti DBD dan penyakit menular lainnya. Kondisi ini berpotensi menjadi kejadian luar biasa (KLB) jika tidak segera ditangani.

Ia menyebut ada sejumlah kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan pekerja luar ruangan. “Mereka akan lebih mudah terdampak perubahan suhu ekstrem dan risiko kekurangan cairan,” ucapnya.

Dr. Makky menekankan pentingnya menjaga hidrasi dan meningkatkan daya tahan tubuh. “Saat tubuh memberi sinyal haus, jangan ditahan karena hidrasi sangat penting bagi performa tubuh,” katanya.

Ia juga menyarankan penggunaan pelindung diri seperti topi, masker, dan tabir surya saat beraktivitas di luar. Selain itu, konsumsi makanan bergizi tinggi protein dapat membantu meningkatkan imunitas tubuh.

Masyarakat diimbau menjaga pola makan seimbang dan cukup minum setiap hari. Upaya ini penting untuk menghadapi risiko kesehatan selama musim kemarau dan dampak El Nino.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....