WHO: Empat Tantangan Besar Pengendalian TB Global
- 06 Apr 2026 21:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Perwakilan World Health Organization (WHO) Indonesia, Setiawan Jati Laksono mengungkap empat tantangan besar penanggulangan tuberkulosis global, termasuk kasus belum terdiagnosis dan TB resistan obat
- Indonesia mencatat penurunan estimasi kasus Multidrug-Resistant Tuberculosis (MDR-TB) dari sekitar 32 ribu pada 2023–2024 menjadi sekitar 26 ribu kasus saat ini.
RRI.CO.ID, Jakarta - Perwakilan World Health Organization (WHO) Indonesia, Setiawan Jati Laksono mengungkap empat tantangan besar penanggulangan tuberkulosis global, termasuk kasus belum terdiagnosis dan TB resistan obat. Indonesia mencatat penurunan estimasi kasus Multidrug-Resistant Tuberculosis (MDR-TB) dari sekitar 32 ribu pada 2023–2024 menjadi sekitar 26 ribu kasus saat ini.
“Pertama, masih banyak kasus TB yang belum terdiagnosis. Kedua, meningkatnya risiko TB resistan obat,” kata Setiawan Laksono saat konferensi pers Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia di Jakarta, Senin, 6 April 2026.
Namun, Setiawan mengingatkan bahwa jika kualitas pengobatan tidak dikendalikan dengan baik. Menurutnya, tren TB resistan obat dapat kembali meningkat dan menimbulkan beban ekonomi yang lebih besar.
“Kalau ini tidak dikendalikan grafiknya nanti akan naik dan beban ekonominya juga akan besar. Tantangan ketiga dalam pengendalian TB adalah kesenjangan pembiayaan di negara-negara dengan beban penyakit tinggi,” ucapnya.
Menurut studi WHO pada 2023, setiap investasi sebesar satu dolar Amerika Serikat untuk program penanggulangan TB dapat menghasilkan manfaat sosial hingga 39 dolar. Tantangan keempat adalah faktor risiko yang memperburuk penyebaran TB, seperti malnutrisi, diabetes, dan kebiasaan merokok.
“Program penanggulangan TB berdampak luas, tidak hanya pada sistem kesehatan tetapi juga pada struktur sosial. Dari sekitar 10,7 juta kasus TB di dunia, sekitar 3 juta di antaranya berkaitan dengan tiga faktor risiko tersebut,” ucap Setiawan menutup.
Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus menyebut kasus Tuberkulosis (TB) di Indonesia masih tinggi dan menjadi tantangan besar eliminasi. Ia mengatakan jumlah kasus diperkirakan lebih dari satu juta, namun tidak semuanya berhasil ditemukan serta diobati.
“Diperkirakan ada sekitar 1.090.000 kasus TB di Indonesia. Tetapi yang berhasil diobati tahun lalu sekitar 867.000 kasus,” kata Benjamin Paulus saat konferensi pers Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia di Jakarta, Senin, 6 April 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....