Kasus Campak Menurun Signifikan, Kemenkes Perkuat Imunisasi Nasional
- 27 Mar 2026 13:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Kesehatan melaporkan tren penurunan signifikan kasus campak pada minggu ke-11 tahun 2026 dibandingkan awal tahun
- Kemenkes juga mencatat sejumlah daerah dengan kasus tertinggi, di antaranya Tangerang Selatan, Bima, Depok, Jakarta Pusat, Palembang, dan Padang.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan melaporkan tren penurunan signifikan kasus campak pada minggu ke-11 tahun 2026 dibandingkan awal tahun. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman menyebut jumlah suspek dan kasus terus menurun sejak puncak minggu pertama tahun 2026.
“Setelah minggu ketiga, tren menurun hingga minggu ke-11, dengan 177 suspek dan 121 kasus campak. Penurunan ini mencapai sekitar 94 hingga 95 persen dari puncak minggu pertama,” kata Aji Muhawarman dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat, 27 Maret 2026.
Pada awal 2026, Aji menyebut minggu pertama tercatat 2.740 suspek dan 2.268 kasus campak nasional. Hingga minggu kesembilan, Aji menjelaskan total kumulatif meningkat menjadi 10.826 suspek dan 8.716 kasus campak di Indonesia.
PLT Direktur Jenderal Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni menjelaskan tren penurunan mulai terlihat sejak intensifikasi imunisasi dan edukasi kesehatan. “Penurunan ini terjadi karena imunisasi yang masif serta edukasi pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat,” kata Andi.
Meski tren menurun, Kemenkes mencatat 45 kejadian luar biasa campak tersebar di 29 kabupaten kota pada 11 provinsi. Andi menyebut kasus tersebut ditemukan di berbagai wilayah, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur yang masih terdampak.
“Sebagian besar wilayah terdampak menunjukkan penurunan kasus. Kecuali beberapa daerah di Nusa Tenggara Barat yang masih tinggi,” ujarnya.
Kemenkes juga mencatat sejumlah daerah dengan kasus tertinggi, di antaranya Tangerang Selatan, Bima, Depok, Jakarta Pusat, Palembang, dan Padang. Sebagai langkah penanganan, Kemenkes menggencarkan ORI dan imunisasi kejar guna menekan penyebaran campak di berbagai daerah terdampak.
“Sebanyak 51 UPT kekarantinaan kesehatan mendukung pelaksanaan imunisasi MR dengan berkoordinasi bersama dinas kesehatan setempat. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat cakupan imunisasi serta menekan penyebaran campak di berbagai wilayah terdampak saat ini,” kata Andi menutup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....