Bukan Hanya Wanita, Inilah Alasan Pria Perlu Mendapatkan Vaksin HPV

  • 24 Mar 2026 21:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Vaksin HPV penting bagi pria untuk mencegah infeksi virus yang dapat menyebabkan kutil hingga kanker serius.
  • Imunisasi ini menurunkan risiko kanker penis, kanker kepala dan leher, serta kanker anus pada pria.
  • Vaksin dianjurkan sejak usia 11-12 tahun, dengan efek samping umumnya ringan dan bersifat sementara.

RRI.CO.ID, Jakarta - Vaksinasi HPV kini menjadi prosedur kesehatan yang sangat vital bagi kaum pria demi mencegah berbagai penyakit berbahaya. Imunisasi ini terbukti efektif dalam meminimalisir risiko penularan infeksi virus yang menyerang permukaan kulit manusia.

Melansir dari laman kesehatan Halodoc, virus ini dapat memicu munculnya kutil pada bagian bahu hingga alat kelamin. Penularan infeksi tersebut terjadi melalui kontak fisik langsung maupun aktivitas seksual yang tidak aman bagi seseorang.

Pria yang mendapatkan vaksinasi lengkap memiliki risiko jauh lebih rendah untuk mengalami komplikasi kesehatan yang berat. Prosedur medis ini melindungi tubuh dari ancaman kanker penis serta kanker pada area kepala dan leher.

Sekitar 70 persen kasus kanker kepala dan leher pada pria muncul akibat paparan virus tersebut. Selain itu, vaksinasi juga mampu menangkal risiko terjadinya kanker anus dan kanker orofaringeal yang mematikan.

Pemberian dosis pertama sangat disarankan bagi anak laki-laki saat mereka menginjak usia 11 hingga 12 tahun. Jarak pemberian antara suntikan pertama dan kedua idealnya dilakukan dalam rentang waktu enam bulan saja.

Remaja berusia 15 sampai 26 tahun juga tetap wajib mendapatkan vaksin jika belum pernah menerimanya. Bagi orang dewasa di atas usia tersebut sebaiknya melakukan konsultasi medis terlebih dahulu sebelum memulai vaksinasi.

Keamanan vaksin ini sudah terjamin meski terdapat beberapa kelompok orang yang tidak diperbolehkan untuk menerimanya. Individu dengan riwayat alergi parah terhadap komponen vaksin dilarang keras untuk melakukan penyuntikan dosis kedua.

Efek samping setelah pemberian suntikan biasanya tergolong sangat ringan bagi sebagian besar penerima vaksin tersebut. Gejala yang umum muncul meliputi rasa nyeri, bengkak, serta kemerahan pada area bekas suntikan jarum.

Beberapa pasien mungkin akan merasakan pusing, mual, hingga muntah sesaat setelah prosedur vaksinasi dilakukan petugas. Namun kondisi ini biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam waktu yang relatif sangat singkat.

Masyarakat diimbau untuk selalu memenuhi kebutuhan istirahat yang cukup setelah melakukan proses imunisasi di rumah sakit. Konsumsi makanan sehat sangat diperlukan agar sistem imun tubuh tetap berada pada level yang optimal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....