Konsumsi Santan Berlebih saat Lebaran, Waspadai Resiko Kesehatan yang Mengintai

  • 20 Mar 2026 16:04 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Konsumsi santan berlebih dapat meningkatkan kadar lemak jenuh dan kolesterol dalam tubuh.
  • Berisiko memicu gangguan kesehatan seperti hipertensi, penyakit jantung, dan stroke.
  • Dapat menyebabkan masalah pencernaan, termasuk naiknya asam lambung.

RRI.CO.ID, Jakarta – Hidangan bersantan biasa mewarnai momen Ramadan dan Lebaran. Namun, di balik rasa gurihnya, konsumsi santan secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan yang perlu diwaspadai.

Santan mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, santan dapat memicu peningkatan kadar trigliserida dalam tubuh.

Kondisi ini berisiko menyebabkan tekanan darah tinggi hingga penyumbatan pembuluh darah. Selain itu, konsumsi santan berlebih juga dapat meningkatkan risiko gangguan jantung.

Hal ini berkaitan dengan penumpukan lemak jahat yang dapat terjadi. Terutama jika makanan bersantan dimasak atau dipanaskan berulang kali.

Risiko lainnya yakni stroke ringan akibat gangguan aliran darah, dipicu oleh penumpukan lemak dalam tubuh. Jika tidak diimbangi dengan asupan cairan dan nutrisi, kondisi ini dapat menjadi lebih serius, terutama pada lanjut usia.

Dari sisi pencernaan, makanan bersantan juga dapat memicu peningkatan asam lambung, terutama saat perut kosong. Akibatnya, proses pencernaan menjadi terganggu dan menimbulkan rasa nyeri pada lambung.

Tak hanya itu, konsumsi santan secara berlebihan juga dapat menyebabkan peningkatan kadar lemak jenuh, berujung pada naiknya kolesterol. Kondisi ini dapat memperbesar risiko berbagai penyakit kardiovaskular jika tidak dikendalikan.

Meski demikian, santan tetap dapat dikonsumsi selama dalam batas wajar. Dengan mengatur porsi, hidangan bersantan tetap dapat memanjakan lidah tanpa mengorbankan kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....