Komisi IX DPR Minta Kemenkes Pastikan Kualitas Medis untuk Andrie Yunus

  • 18 Mar 2026 07:46 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemenkes harus memastikan kualitas layanan medis memadai untuk aktivis HAM, Andrie Yunus
  • Kemenkes harus menggaransi penanganan terbaik agar Andrie Yunus dapat segera beraktivitas kembali
  • pemerintah memberikan perhatian penuh, kepada, bukan saja pengobatan

RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi IX DPR RI menegaskan, Kemenkes harus memastikan kualitas layanan medis memadai untuk aktivis HAM, Andrie Yunus. Pernyataam tegas ini, diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris.

Politikus PDIP ini mengaku sedih, karena Wakil Koordinator KontraS itu menjadi korban penyiraman air keras. Oleh karenanya, Kemenkes harus menggaransi penanganan terbaik agar Andrie Yunus dapat segera beraktivitas kembali.

"Berharap, Kemenkes bisa memberikan perhatian agar pelayanan kesehatan yang diberikan kepada Andrie bisa yang terbaik. Yang bersangkutan bisa segera sembuh dari apa yang menimpa Pak Andrie," kata Charles dalam keterangan persnya, di Jakarta, Rabu, 18 Maret 2026.

Tidak lupa, ia menegaskan, perhatian pemerintah tidak boleh hanya berhenti pada aspek medis. Tetapi juga, harus mencakup sisi keadilan hukum atas peristiwa yang menimpa aktivis tersebut.

"Saya berharap tentunya pemerintah memberikan perhatian penuh, kepada, bukan saja pengobatan. Tetapi juga penegakan hukumnya," ucap Charles.

Sebelumnya, Kemenkes memastikan, seluruh biaya perawatan Andrie Yunus selaku korban penyiraman air keras akan digratiskan. Selama, menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

Jubir Kemenkes, Widyawati mengungkapkan, korban saat ini masih dirawat di RSCM dan seluruh biaya pengobatan akan ditanggung pemerintah. "Dirawat di RSCM dan akan kita gratiskan," kata Widyawati kepada wartawan, Selasa, 17 Maret 2026.

Diketahui, RSCM menangani intensif Andrie Yunus akibat luka bakar serius. Wakil Koordinator KontraS ini mengalami cedera pada sejumlah bagian tubuh akibat paparan cairan kimia berbahaya.

Tim medis RSCM langsung melakukan penanganan cepat untuk mencegah kerusakan jaringan lebih lanjut.

Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara membeberkan, luka ditemukan pada wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan.

“Ditemukan paparan zat kimia bersifat asam pada area luka. Tim langsung melakukan irigasi untuk menetralkan efek zat tersebut," kata Yoga dalam keterangan pers di RSCM, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....