Sapporo Cardio Vascular Clinic Masuk Indonesia, TAVI Perdana Digelar

  • 10 Mar 2026 04:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Bali - Sapporo Cardio Vascular Clinic (SCVC) resmi hadir di Indonesia melalui kolaborasi dengan Bali International Hospital. Kehadiran ini memperkuat layanan kardiovaskular berteknologi tinggi di Bali.

Kolaborasi ditandai dengan pelaksanaan operasi Transcatheter Aortic Valve Implantation atau TAVI pertama. Prosedur tersebut dilakukan di Bali International Hospital.

Program ini memungkinkan pasien Indonesia mengakses tindakan jantung canggih. Sebelumnya banyak pasien harus berobat ke luar negeri.

CEO Hong Kong Asia Medical Group, Steven Tse, menegaskan komitmen memperluas layanan jantung. Menurutnya, ekspansi ini bagian strategi kawasan Asia.

"Kehadiran SCVC di Indonesia menghadirkan teknologi medis mutakhir. Kami ingin memperluas akses layanan jantung di Asia Tenggara," ujar Steven Tse dalam keterangan pers di Bali, Senin, 9 Maret 2026.

Sementara itu, Chief Commercial PT Pertamedika Bali Hospital Dr. Noel Yeo menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menilai prosedur ini memperkuat layanan jantung berstandar internasional.

"Pengenalan TAVI di Bali International Hospital menjadi tonggak penting. Prosedur kompleks kini dapat dilakukan di Bali," kata Noel Yeo.

Sebelumnya, dua pasien Indonesia berhasil menjalani operasi TAVI pada 7 Maret 2026. Proses screening dan persiapan pasien telah dimulai sejak Desember 2025.

Operasi dilakukan tim dokter multinasional dari Indonesia dan luar negeri. Kolaborasi ini menjadi tonggak layanan kardiologi tingkat lanjut di Bali.

Prosedur dipimpin dokter spesialis jantung intervensi Dr. I Made Junior Rina Artha bersama Prof. Lam Yat Yin dan Prof. Su Xi. Seluruh biaya operasi ditanggung Hong Kong Asia Medical Group.

Kepala Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular dari Bali International Hospital, Dr. I Made Junior Rina Artha mengatakan, prosedur ini membuka harapan baru bagi pasien. "TAVI memberikan terapi lebih aman dengan pemulihan lebih cepat bagi pasien berisiko tinggi," ujarnya.

Menurutnya, Penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Kondisi ini juga menjadi ancaman serius bagi masyarakat Indonesia.

Salah satu penyakit yang sering dialami lansia adalah stenosis aorta berat. Penyempitan katup aorta dapat memicu sesak napas, nyeri dada, hingga gagal jantung.

TAVI menjadi alternatif modern penggantian katup aorta tanpa operasi jantung terbuka. Prosedur dilakukan menggunakan kateter yang dimasukkan melalui arteri paha.

Metode ini memiliki risiko lebih rendah dan pemulihan lebih cepat. Rata-rata pasien dapat pulang dalam waktu 48 hingga 72 jam.

Ke depan SCVC akan memperkuat kolaborasi dengan dokter jantung lokal. Program ini mencakup transfer pengetahuan dan pengembangan standar klinis internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....