Gusi Berdarah saat puasa, Apakah Membatalkan? Ini Penjelasannya

  • 09 Mar 2026 10:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Sebagian umat Islam kerap mengalami gusi berdarah saat menjalani puasa Ramadan. Kondisi ini sering menimbulkan pertanyaan apakah darah yang keluar dari gusi dapat membatalkan puasa atau tidak.

Dalam hukum Islam, puasa pada dasarnya batal jika seseorang dengan sengaja memasukkan sesuatu ke dalam tubuh melalui mulut, hidung, atau saluran lainnya. Terlebih lagi, darah adalah suatu bagian yang haram untuk dimakan atau ditelan, sebagaimana disebutkan dalam surah Al-Maidah ayat 3:

…. حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ ٱلْمَيْتَةُ وَٱلدَّمُ وَلَحْمُ ٱلْخِنزِيرِ

"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi…"

Namun, kondisi medis yang dialami seseorang tentu berbeda-beda. Dan beberapa diantaranya terjadi tanpa disengaja, sehingga memiliki ketentuan yang berbeda dalam pandangan Islam.

Pada dasarnya, ada beragam penyebab gusi berdarah. Mulai karena cara sikat gigi yang kurang tepat, kekurangan vitamin tertentu, hingga radang gusi atau gingivitis.

Melansir MUI, Para ulama menjelaskan bahwa keluarnya darah dari gusi secara tidak sengaja tidak membatalkan puasa. Hal tersebut selama darah tidak sengaja ditelan dan segera dikeluarkan dari mulut.

Hal ini diperjelas kembali dengan anggapan darah yang keluar dari gusi atau luka di mulut termasuk hal yang sulit dihindari. Karena itu, kondisi tersebut tidak dianggap membatalkan puasa jika terjadi tanpa kesengajaan.

Meski demikian, umat Islam dianjurkan berhati-hati agar darah tidak tertelan. Jika darah masuk ke tenggorokan secara sengaja, sebagian ulama menilai hal itu dapat membatalkan puasa.

Berbeda jika tidak merasakan atau ragu-ragu tertelannya darah gusi yang bercampur dengan air liur yang masuk pada tenggorokannya. Maka dalam keadaan ini puasanya tetap dihukumi sah.

Untuk menghindari kondisi tersebut, seseorang dianjurkan segera mengeluarkan darah semampunya atau berkumur jika gusi berdarah saat berpuasa. Cara ini dilakukan agar darah tidak bercampur dengan air liur dan tertelan.

Dilansir dari halodoc, dari sisi kesehatan, gusi berdarah umumnya terjadi akibat radang gusi, penumpukan plak, atau cara menyikat gigi yang kurang tepat. Karena itu, menjaga kebersihan gigi dan mulut menjadi langkah penting selama menjalani puasa.

Dokter juga menyarankan tetap menyikat gigi secara rutin saat sahur dan setelah berbuka puasa. Kebiasaan tersebut dapat membantu mencegah masalah mulut yang bisa memgganggu jalannya ibadah puasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....