Yahya Zaini Minta Kemenkes Waspadai Lonjakan Kasus Campak

  • 28 Feb 2026 15:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, meminta pemerintah meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi wabah Campak. Hal ini, menyusul angka kasus campak yang menanjak di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia.

Di tengah tren kenaikan kasus Campak tersebut, Yahya Zaini meminta Kemenkes melakukan langkah-langkah migitasi sebagai upaya menekan kasus. Sebab, menurutnya, Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah kasus campak terbesar kedua di dunia setelah Yaman.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat terdapat 10.744 kasus campak di Indonesia. Yahya menilai, lonjakan ini tidak bisa dilepaskan dari menurunnya cakupan imunisasi rutin lengkap dalam beberapa tahun terakhir.

“Kita pernah mencapai imunisasi rutin lengkap pada tahun 2018 sebesar 92 persen. Tapi pada tahun 2022 menurun menjadi 87,8 persen,” ujar Yahya kepada wartawan, Sabtu 28 Februari 2026.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan sepanjang 2025 tercatat 11.094 kasus campak di Indonesia. Sementara pada awal 2026 hingga Februari saja, sudah terdapat 550 kasus baru.

Atas kondisi tersebut, Yahya Zaini mendesak Kementerian Kesehatan RI bersiap mengambil langkah tegas. Termasuk kemungkinan menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) bila pertumbuhan kasus tidak dapat dikendalikan.

“Saya mendesak Kemenkes untuk waspada wabah kasus campak di Indonesia dengan bersiap menetapkan KLB. Ini jika pertumbuhan kasusnya tidak bisa dikendalikan,” kata politisi senior Golkar itu.

Lima Langkah Mendesak untuk Kemenkes

Lebih jauh, Yahya memaparkan lima langkah yang menurutnya perlu segera dilakukan pemerintah. Pertama, meningkatkan cakupan vaksinasi hingga minimal 95 persen agar tercapai kekebalan kelompok (herd immunity).

Kedua, memperkuat sistem surveilans dengan melibatkan pemerintah daerah agar deteksi dini kasus bisa dilakukan lebih cepat. Ketiga, memastikan respons penanganan KLB berjalan optimal di lapangan.

Langkah keempat adalah mengeliminasi informasi yang tidak benar atau hoaks terkait vaksinasi, yang dinilai berkontribusi pada turunnya kesadaran imunisasi warga. "Kelima, memperkuat upaya eliminasi campak sebagai bagian dari strategi meningkatkan kesehatan nasional dan kawasan," ucap YZ, panggilan akrabnya.

Diketahui, sebelumnya kasus campak menjadi sorotan usai temuan 2 kasus warga negara Australia yang dinyatakan positif. Keduanya diketahui memiliki riwayat perjalanan dari Indonesia.

Laporan tersebut diterima Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui mekanisme International Health Regulation (IHR). Terkait hal ini, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengakui tren kenaikan kasus campak memang terjadi secara global.

"Campak itu naik di seluruh dunia sekarang. Di Indonesia juga ada kenaikan," ucap Menkes, di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Sepanjang 2026, terdapat lima provinsi dengan jumlah KLB terbanyak. Jumlah tersebut tercatat di Sumatra Barat, Sumatra Selatan, DI Yogyakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Dengan tren yang terus bergerak naik, Yahya Zaini mengingatkan pentingnya penguatan imunisasi. Sekaligus meningkatkan pengawasan terhadap potensi lonjakan penyakit menular di masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....