Kemenkes Perluas Cek Kesehatan Gratis ke Lingkungan Kerja
- 11 Feb 2026 19:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, JAKARTA - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) kini diperluas ke lingkungan kerja, termasuk Markas Besar (Mabes) TNI. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Murti Utami, mengatakan perluasan menyasar kantor kementerian hingga swasta.
Ia menjelaskan, perluasan ini menjadi langkah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendekatkan layanan deteksi dini kepada pekerja. Mabes TNI, lanjut Murti, menjadi lokasi awal pelaksanaan CKG di lingkungan kerja pada Rabu, 11 Februari 2026.
“Kita ingin tempat-tempat kerja, kementerian, maupun swasta juga membuat pos CKG. Jadi memang perluasannya seperti itu dan hari ini dimulai dari TNI,” ujarnya di Mabes TNI, Jakarta Timur, Rabu, 11 Februari 2026.
Kemenkes, kata Murti, akan memperkuat tata laksana program agar tidak berhenti pada skrining semata. Murti berharap, pemeriksaan kesehatan diikuti dengan pengobatan atau pelayanan lanjutan sesuai hasil deteksi awal.
“Jadi misalnya seorang yang mendapatkan pengecekan tensi tekanan darah gitu ya, terus diketahui memiliki hipertensi. Lalu, bisa langsung mendapatkan pengobatan saat mereka menerima CKG ini,” katanya.
Sementara itu, salah satu peserta, Siti Rina Maryani menjelaskan, tahapan pemeriksaan yang dijalani. Ia menyebut peserta terlebih dahulu melakukan skrining riwayat kesehatan melalui aplikasi.
“Dari pertama pendaftaran kita mengisi aplikasi Satu Sehat, lalu melakukan skrining riwayat kesehatan keluarga dan pribadi. Setelah itu lanjut pemeriksaan tinggi badan, berat badan, tensi, hingga pengambilan darah,” katanya.
Rina juga menjalani pemeriksaan mata dan gigi sebelum berkonsultasi dengan dokter. Ia mengaku keluhan batuknya langsung ditindaklanjuti dan diberikan resep obat.
“Kebetulan saya sedang batuk, lalu ditanya sudah berapa hari dan langsung ditindaklanjuti dokter. Setelah ini kami bisa mengambil resep sebagai tindak lanjut pemeriksaan,” ujarnya.
Menurut Rina, layanan CKG cukup baik untuk program gratis dan membantu deteksi dini. Namun ia berharap ada tambahan pemeriksaan khusus sesuai kategori usia anggota TNI.
“Untuk usia di atas 45 tahun biasanya ada tambahan treadmill dan pemeriksaan lebih kompleks. Kalau bisa ditambah pap smear (pendeteksi kanker serviks) agar deteksi dini lebih maksimal,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....