Bakom RI: Perlunya Sosialisasi CKG untuk Menjangkau Masyarakat Luas
- 10 Feb 2026 15:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Deputi II Bidang Materi dan Diseminasi Badan Komunikasi (Bakom RI), Ghina Ghaliya, menilai sosialisasi CKG perlu diperluas. Langkah tersebut, kata Ghina, penting agar program CKG di tahun ini menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.
Ghina mengatakan, pendekatan langsung atau jemput bola dinilai efektif meningkatkan partisipasi warga. Menurutnya, masyarakat masih enggan memeriksakan kesehatan tanpa dorongan informasi yang kuat.
“Kalau tidak pernah dicek, kita tentu tidak tahu kondisi tubuh sebenarnya. Karena itu, sosialisasi harus dilakukan lebih rajin di berbagai tempat,” katanya saat melakukan peninjauan di Puskesmas Kembangan, Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.
Ghina menjelaskan, pemeriksaan CKG bisa dilakukan gratis di puskesmas dengan membawa KTP. Pendaftaran juga dapat dilakukan secara daring melalui aplikasi ‘Satu Sehat’.
"Selain puskesmas, pemerintah turut mengenalkan CKG melalui sekolah, tempat kerja, kantor pemerintahan, hingga pusat perbelanjaan. Program ini memudahkan masyarakat mengakses layanan kesehatan," ucapnya.
Ia juga menyebut, CKG menjadi program yang sayang dilewatkan karena pemeriksaannya cukup lengkap. Pelayanan CKG, lanjut Ghina, mencakup pemeriksaan gigi, mata, jantung, status gizi, hingga laboratorium dasar.
"Pemeriksaan laboratorium meliputi tekanan darah, gula darah, dan kolesterol. CKG juga mendukung deteksi dini penyakit tidak menular," ujarnya.
Salah satu penerima manfaat CKG, warga Kembangan, Grace Kumaladewi, mengaku terbantu dengan layanan tersebut. Ia dapat memeriksakan kesehatan jantung, mata, gigi, hingga pemeriksaan darah.
“Dari hasil pemeriksaan, gangguan jantung, diabetes, dan kolesterol bisa diketahui lebih awal. Dengan begitu, saya bisa minum obat dan melakukan pencegahan,” katanya.
Ia berharap, informasi mengenai CKG dapat disosialisasikan lebih luas. Grace juga menilai, layanan CKG di puskesmas mudah diakses dan tidak mengantre.
Sebagai informasi, program CKG resmi berjalan satu tahun sejak 10 Februari 2025 dan telah berlangsung selama satu tahun. Program ini diinisiasi Kementerian Kesehatan untuk mendeteksi faktor risiko penyakit.
Sepanjang 2025, CKG telah menjangkau sekitar 70 juta masyarakat. Program tersebut dijalankan melalui 10.225 puskesmas di seluruh Indonesia.
Pada 2026, pemerintah melanjutkan CKG dengan pengobatan gratis selama 15 hari pertama. Layanan berikutnya akan terintegrasi dengan sistem BPJS Kesehatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....