Simak Batas Konsumsi Gula Garam Lemak yang Aman
- 08 Feb 2026 09:12 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengajak masyarakat menerapkan hidup sehat dengan melakukan pengurangan konsumsi unsur gula garam dan lemak (GGL). Ajakan ini muncul sebagai respons terhadap tingginya biaya yang harus dikeluarkan untuk penanganan penyakit kronis setiap tahunnya.
BPJS menyatakan konsumsi gula, garam, dan lemak harus dibatasi untuk kesehatan optimal. Lantas, berapa banyak konsumsi GGL harian yang aman?
Dilansir dari kemenkes.go.id, Permenkes Nomor 30 Tahun 2013 mengatur anjuran konsumsi gula per orang per hari yakni 10% dari total energi (200kkal). Konsumsi tersebut setara dengan gula 4 sendok makan per orang per hari atau 50 gram per orang per hari.
Sedangkan, anjuran konsumsi garam atau natrium adalah 2000 mg per orang per hari. Konsumsi tersebut setara 1 sendok teh garam per orang per hari atau 5 gram per orang per hari.
Untuk lemak, anjuran konsumsi per orang per hari yakni 20-25% dari total energi (702 kkal) per orang per hari. Konsumsi lemak tersebut sama dengan lemak 5 sendok makan per orang per hari atau 67 gram per orang per hari.
Dengan mengetahui anjuran konsumsi GGL per harinya, penyakit-penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi maupun penyakit kardiovaskuler dapat diantisipasi. Oleh karena itu, penting untuk memahami kebutuhan GGL harian agar pola makan lebih terkontrol.
Pengganti gula bisa didapatkan dengan pemanis rendah kalori atau pengurangan gula tambahan bertahap. Bisa menggunakan stevia, atau sari dari buah asli.
Untuk garam bisa melalui pengurangan natrium dan penggunaan bahan pengganti berbasis kalium, bawang putih, atau perasan jeruk nipis. Rempah dan asam alami membantu rasa tetap kuat meski garam dikurangi.
Sedangkan lemak, penggantian lemak jenuh bisa diganti dengan lemak tak jenuh nabati. Bisa menggunakan minyak zaitun, minyak kanola, susu rendah lemak atau buah seperti alpukat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....