IDI Ingatkan Para Ibu Mencegah Penyakit Jantung Bawaan

  • 08 Feb 2026 07:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengingatkan para Ibu untuk mencegah penyakit jantung bawaan. Pencegahan itu dapat dilakukan sejak masa kehamilan.

"Memang gejala klinisnya ini saat bagi baru lahir bervariasi. Mulai gejala yang muncul saat itu atau beberapa minggu dan bulan," kata Ketua Unit Kerja Koordinasi Kardiologi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Rizky Ardiansyah Sp.A.Subsp Kardio (K). Dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Minggu 8 Januari 2026.

Ia menjelaskan gejala awal penyakit jantung bawaan dengan terlihat bayi berwarna biru. Seperti di bibir, mulut dan ujung jari 

"Ini memang seringkali menjadi pertanda yang awal dari bayi. Ini mungkin bayinya mengalami jantung bawaan," ujarnya.

Menurutnya, kondisi bayi berwarna biru pada bagian tubuhnya itu menjadi kekhawatiran seorang Ibu. Apalagi, bayi tersebut juga mengalami sesak nafas.

"Kondisi ini juga diiringi dengan berat badan yang tidak naik. Sehingga, bayi itu mengalami stunting, artinya dia tidak bisa tumbuh dengan baik," ucapnya.

Rizky mengungkapkan pada tahun 2025 terdapat 6.500 anak. Yang mengalami penyakit jantung bawaan.

"Itu angkanya sepertinya terus meningkat," katanya.

Ia menjelaskan penyakit jantung bawaan merupakan penyakit jantung ya g terjadi sejak lahir. Rizky juga tidak mengetahui penyebab penyakit tersebut.

"Tapi ada beberapa faktor risiko. Seperti kalau ibunya hamil dan melahirkan mungkin anaknya bisa mengalami penyakit jantung bawaan. Namanya faktor risiko bukan sebab akibat," ujarnya.

Terkait faktor risiko ini, Rizky menyarankan para Ibu untuk melakukan pemeriksaan yang teratur saat masa kehamilan. Selain itu, faktor risiko ini juga dapat disebabkan karena sang Ibu merupakan perokok.

"Itu juga bisa disebabkan ibunya mengkonsumsi obat-obat anti-depresi. Ibunya minum sembarangan akhirnya Bayu menjadi korban," ucapnya.

Selain itu, menurutnya, penyakit jantung bawaan ini juga disebabkan sang Ibu terinfekai virus rubella. 

"Ini menyebabkan bayinya menderita jantung bawaan," katanya..

Rizky memastikan penyakit jantung bawaan ini dapat dicegah. Salah satunya, ketika Ibu hamil harus memiliki nutrisi yang cukup.

"Makanan bergizi yang cukupm Itu pencegahan yang sangai baik. Dan hindari asap rokok atau ibunya jangan mengkonsumsi obat-obatan sembarangan," ujarnya.

Sebelumnya,  Ketua Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso menyatakan Indonesia saat ini masih membutuhkan tambahan sekitar 400 orang dokter lagi sebagai konsultan kesehatan jantung anak.“Kalau kecukupan konsultan jantung anak dari perhitungan kami sekitar 500-an dibutuhkan se-Indonesia, sedangkan sekarang baru sekitar 100 konsultan jantung anak di seluruh Indonesia,” kata Ketua Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso. Seperti dikutip laman Antaranews.

Tambahan tersebut kata dia dibutuhkan untuk memberikan layanan yang bisa menjangkau seluruh wilayah di tanah air. Hal tersebut juga mengingat, penyakit jantung bawaan dicatat terjadi sekitar 1 dari 100 bayi lahir hidup.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....