Atasi Kanker, Legislator Ingatkan Kewaspadan dan Deteksi Dini

  • 04 Feb 2026 11:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota DPR RI Fraksi Golkar, M. Sarmuji mengakui, kanker merupakan penyakit terbesar kedua yang menyebabkan masyarakat Indonesia meninggal dunia. Ketua Fraksi Golkar ini mengingatkan, penting meningkatkan kewaspadaan, deteksi dini, dan pencegahan dini terhadap kanker. 

"Harus meningkatkan kewaspadaan, deteksi dini, pencegahan dini terhadap penyakit kanker. Tenaga-tenaga kesehatan kita juga harus ditingkatkan kualifikasinya supaya penyakit kanker itu bisa diatasi di Indonesia," kata anggota Komisi VI DPR ini dalam merespons Hari Kanker Sedunia 2026, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu, 4 Januari 2026. 

Sarmuji juga menyoroti, banyaknya masyarakat Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri untuk mengatasi penyakit kanker. Disadarinya, teknologi alat kesehatan dan dokter di Indonesia belum memadai untuk menangani beraneka macam kanker. 

"Kita ingin memberikan dukungan pada pemerintah untuk bisa melengkapi kualifikasi dokter dan teknologinya supaya bisa diatasi di Indonesia. Semua jenis kanker yang ada bisa berobat di Indonesia," ucap Sarmuji. 

Kemudian, ia menggaransi, pemerintah Indonesia memberikan dukungan memadai agar semua orang yang terkenal kanker bisa sembuh. Yakni, melalui deteksi dini, penyegang dini, dan hidup yang sehat. 

"Mudah-mudahan Indonesia menjadi negara yang bisa mengatasi jenis penyakit kanker. Kepada semua pejuang kanker yang saat ini berangkali terkenal penyakit kanker dan keluarganya, ayo kita berjuang," ujar Sarmuji. 

Hal senada, diungkapkan oleh Sri Suparni selaku Istri Ketum Golkar, Bahlil Lahadalia. Sri mengatakan, pencegahan penyakit kanker harus berarti awal terhadap diri sendiri. 

"Menjaga kesehatan kita, keluarga kita, dan lingkungan sekitar kita. Harus kita cegah, ya harus memang kita bekerja, dan pencegahan ini sangat penting," kata Sri di tempat yang sama. 

Diketahui, Hari Kanker Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 4 Februari bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Terutama, tentang kanker dan upaya pencegahannya. 

Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia, termasuk di Indonesia. Berdasarkan data BPJS Kesehatan tahun 2024, Kanker merupakan penyakit katastropik terbesar kedua. 

Dari segi pembiayaan, menghabiskan dana jaminan sosial yaitu sebesar Rp6,49 triliun dengan jumlah 4.240.719 kasus. Hal ini dapat mengakibatkan beban besar bagi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan mengancam keberlangsungan program JKN.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....