Edukasi Bahaya Penyakit Tuberkulosis Melalui Anak Muda
- 03 Feb 2026 20:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden RI, Prabowo Subianto, memberi perhatian khusus terhadap penanganan Tuberkulosis (TBC) di Indonesia. Hal itu disampaikan saat memanggil Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, ke Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 2 Februari 2026.
Presiden meminta laporan terkini, karena TBC menjadi program prioritas pemerintah. Hal ini menyusul Indonesia saat ini menempati posisi kedua kasus TBC tertinggi dunia setelah India.
Upaya eliminasi TBC turut melibatkan peran anak muda melalui edukasi kesehatan. Salah satu inisiatif datang dari komunitas Indonesia Muda untuk Tuberkulosis atau IMUT.
Ketua IMUT, Siva Anggita, mengatakan anak muda dinilai efektif dalam menyebarkan informasi kesehatan. “IMUT adalah kumpulan anak muda lintas latar belakang yang fokus pada isu tuberkulosis,” ujarnya, dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Selasa, 3 Februari 2026.
Menurut Siva, anak muda dekat dengan teknologi dan media sosial. “Mereka membantu menyebarkan informasi yang benar dan mengoreksi hoaks seputar penyakit TBC,” katanya.
Ia menegaskan masih banyak miskonsepsi terkait penyakit TBC. “Banyak yang mengira TBC itu penyakit orang tua dan tidak bisa disembuhkan, padahal tidak seperti itu,” ucap Siva.
Ia menjelaskan, TBC merupakan penyakit akibat bakteri. Penyakit tersebut juga dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat.
“Pemeriksaan dan pengobatan TBC bisa dilakukan di Puskesmas. Dan itu semua gratis,” katanya.
IMUT, lanjutnya, aktif melakukan edukasi di universitas dan komunitas anak muda. “Kami ingin anak muda peka terhadap gejala TBC dan mau segera memeriksakan diri,” ujar Siva.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....