Bertemu Presiden, Wamenkes Bahas Percepatan Pengentasan TBC
- 03 Feb 2026 08:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 2 Januari 2026. Pertemuan keduanya membahas isu kesehatan, khususnya upaya pemberantasan tuberkulosis (TBC) sebagai salah satu program prioritas pemerintah.
"Kami membahas bagaimana agar pemberantasan TBC bisa berjalan lebih baik," ujarnya. Menurut Wamenkes, Presiden ingin mendapatkan masukan mengenai hal itu dari dirinya sebagai ahli penyakit paru-paru.
Benny, sapaan akrabnya, menambahkan Presiden Prabowo menaruh perhatian besar terhadap kondisi TBC di Indonesia. Menurut dia, saat ini Indonesia masih menempati peringkat kedua tertinggi kasus TBC di dunia setelah India.
Karena itu, Presiden meminta agar penurunan angka penyakit TBC ini dijadikan prioritas. "Ini harus dilakukan secara signifikan dan berkelanjutan," ujarnya.
Untuk mendukung upaya tersebut, Benny mengatakan dirinya telah berkeliling mengunjungi 12 provinsi. Kegiatan itu dilakukan untuk menyosialisasikan program penanganan TBC bersama para pimpinan daerah.
Menurut Wamenkes, pendekatan penanganan TBC perlu dilakukan secara menyeluruh. Langkah ini penting agar rantai penularan penyakit dapat diputus secara efektif.
"Sebenarnya penanganan TB itu sama seperti menangangi Covid-19," katanya. Yaitu dengan mematikan virus TB mycobacterium tuberculosis hingga habis sama sekali.
"Selama kumannya masih ada, selama itu akan terus menulari kita," katanya menegaskan. Karena itu, Presiden meminta pemberantasan dilakukan secara serius dan menjadi fokus utama pemerintah.
Benny juga sempat mengutip pernyataan Presiden Prabowo mengenai masalah TBC. "Mau jadi negara maju kok kasus TBC-nya tinggi sekali," ucapnya.
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, sebelumnya menekankan eliminasi TBC tidak bisa dilakukan dengan pendekatan biasa. "Kita harus aktif mencari kasus, memastikan pengobatan tuntas, dan melibatkan masyarakat," ujarnya.
Menurut Menkes, TBC memiliki tingkat kematian lebih tinggi dibandingkan Covid-19. "Sejak ditemukan, TBC telah merenggut hingga satu miliar nyawa di dunia," ucapnya menegaskan.
Sedangkan di Indonesia saat ini teratat ada 125 ribu kematian akibat TBC. "Artinya, setiap lima menit ada dua orang Indonesia meninggal karena TBC," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....