Anak Konsumsi Gula Berlebih Bisa Terkena Obesitas hingga Diabetes

  • 31 Jan 2026 17:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan dampak negatif anak mengonsumsi gula berlebih, seperti obesitas, karies gigi, hingga risiko diabetes tipe 2. Peringatan ini disampaikan karena tren konsumsi minuman dan makanan manis pada anak-anak di Indonesia terus meningkat.

“Anak di Indonesia mengonsumsi minuman manis cukup tinggi. Batas konsumsi gula anak maksimal 25 gram per hari atau sekitar lima sendok teh,” ujar Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI, dr. Klara Yuliarti, saat berbincang dengan Pro3 RRI, Sabtu, 31 Januari 2026.

Menurut dr. Klara, masyarakat perlu memahami istilah “gula tersembunyi” dalam produk makanan. Seperti sukrosa, fruktosa, hingga gula yang sudah diekstrak.

“Terkadang dituliskan dengan istilah medis, misalnya corn syrup, bahkan ada pada jenis makanan tertentu seperti saus mayones. Penulisan gula pasirnya memang tidak gamblang,” ujarnya.

Sementara itu, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengimbau agar kemasan minuman tinggi gula diberi label peringatan. Tujuannya agar masyarakat lebih mudah mengenali kandungan gula pada produk tersebut.

“Selain itu, perlu ada pembatasan promosi produk tinggi gula. Ini merupakan penerapan rekomendasi SOP dari kami,” kata Public Relations and Business Development YLKI, Andjani Widya Hemasita.

Andjani menambahkan, tidak semua masyarakat memahami istilah gula dan informasi gizi pada label makanan, dan terkadang tulisan pada label terlalu kecil untuk dibaca dengan mudah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....