Psikiater Ungkap Ciri Gangguan Kepribadian Narsistik

  • 30 Jan 2026 10:44 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Gangguan kepribadian narsistik atau Narcissistic Personality Disorder (NPD) kini semakin banyak dibicarakan di media sosial. Psikiater Elvin Gunawan menjelaskan bahwa NPD adalah gangguan kepribadian yang membuat seseorang harus mementingkan dirinya sendiri di semua hal.

Menurut Elvin, setiap orang boleh memiliki ciri kepribadian merasa dirinya penting. Namun pada penderita NPD, hal tersebut menjadi pola perilaku yang berulang terus. "Gangguan kepribadian tuh banyak sebenarnya, bukan hanya NPD aja yang bermasalah, cuman dia emang lebih menonjolkan diri aja jadi lebih kelihatan," kata Elvin dalam podcast bersama Raditya Dika.

Elvin menegaskan bahwa diagnosis NPD tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Diperlukan asesmen khusus dan wawancara mendalam karena menyangkut pola kepribadian seseorang. "Kalau yang jahat banget sih emang akan kelihatan, tapi kalau cuman personal ada konflik kita enggak bisa langsung mengklaim orang," ujarnya.

Psikiater yang berpraktik di Bandung ini mengungkapkan bahwa penderita NPD jarang datang dengan sukarela untuk berobat. Mereka biasanya baru datang ketika kepepet, mau cerai, mengalami masalah hidup, atau mencari pembenaran diri. "Malah dia merasa korbannya, padahal ternyata pas digali dari pasangan hidupnya ya kebalikan," jelasnya.

Salah satu ciri khas NPD yang mudah dikenali adalah "love bombing" di tahap awal hubungan. Elvin menjelaskan bahwa pasangan NPD akan memperlakukan seseorang dengan sangat luar biasa di awal. Namun tahap berikutnya adalah mengisolasi korban dari teman-teman dan lingkungan sosialnya.

Dalam hubungan rumah tangga, penderita NPD sering melakukan kekerasan finansial terhadap pasangannya. Contohnya adalah mengontrol uang belanja dengan sistem bon atau struk pembelanjaan. "Jadi misalnya kayak ke Alfamart Indomaret tuh dia harus punya struk-nya karena kalau enggak enggak akan keluar tuh duit baliknya," ungkap Elvin.

Menurut jurnal yang dirujuk Elvin, ada dua faktor dasar yang menyebabkan seseorang menjadi NPD. Pertama adalah pengabaian dan penghinaan yang sangat luar biasa sejak kecil. Kedua adalah selalu dipuji dan menjadi anak emas dari kecil.

Elvin mengatakan bahwa relasi kuasa sangat penting bagi penderita NPD. Mereka cenderung berusaha keras untuk menjadi orang sukses dan tidak mengizinkan orang lain lebih sukses dari dirinya. "Makanya kenapa pola-polanya itu ya sebenarnya buat proteksi harga diri dia," jelasnya.

Terkait prevalensi NPD di masyarakat, Elvin mengamati bahwa banyak orang NPD berada di posisi penting. Hal ini karena sifat narsisisme memang diperlukan dalam kepemimpinan, seperti percaya diri dan merasa layak mendapatkan posisi tertentu. "Sejauh dia bisa kontrol, tidak memanipulasi orang, tidak bertensi jahat, ya sebenarnya masih oke sih," katanya.

Elvin menyarankan agar masyarakat tidak ragu mencari bantuan profesional jika mengalami gangguan mental. Target sesi terapi biasanya tiga sampai enam kali pertemuan hingga mencapai titik baseline orang normal. "Orang yang selamat hidupnya adalah orang i

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....