Heartology Dorong Kompetensi Dokter Melalui Workshop Echocardiography 3D
- 28 Jan 2026 17:24 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Heartology Cardiovascular Hospital menyelenggarakan Mini Workshop CARES 2026. Workshop ini bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga medis bidang kardiovaskular.
Kegiatan diikuti 30 dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. Peserta fokus pada ekokardiografi dan kardiologi pediatrik.
Sesi ilmiah membahas peran strategis 3D echocardiography dalam praktik klinis modern. Materi mencakup teknik penilaian ventrikel kiri dan kanan.
Pendekatan workshop memperkuat pemahaman konseptual dan keterampilan praktis peserta. Fokus pada diagnosis dan tatalaksana kelainan jantung kongenital dan struktural.
“Jadi 3D echocardiography ini membantu evaluasi ventrikel kompleks pada penyakit jantung bawaan. Teknologi ini juga memandu intervensi transkateter," kata Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RS Harapan Kita, dr. Ario Soeryo Kuncoro dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.
Rangkaian kegiatan meliputi 3D Transthoracic Echocardiography (TTE) dan Transesophageal Echocardiography (TEE), sesi hands-on workstation, serta live intervention cases. Semua menekankan pentingnya imaging presisi dalam keputusan klinis.
Profesor Kardiologi terkemuka di Universitas Milano-Bicocca, Prof. Luigi Badano mengapresiasi antusiasme peserta workshop. Menurutnya, diskusi interaktif memperkuat pemahaman peserta terhadap echocardiography.
“Saya senang menghadiri Mini Workshop CARES 2026. Peserta aktif terlibat dalam seluruh sesi dan diskusi,” ujar Prof. Luigi.
Ia mengatakan, echocardiography sebagai alat utama dalam diagnosis penyakit jantung serta perlunya pembelajaran berkelanjutan. Untuk itu perlu terus memperdalam keilmuan di bidang imaging kardiovaskular.
Dokter Jantung di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, dr. Radityo Prakoso menyoroti peran echocardiography pada kardiologi pediatrik. Metode ini non-invasif, tanpa radiasi, dan akurat memantau jantung bayi dan anak.
“Echocardiography adalah standar emas pemantauan penyakit jantung bawaan. Prevalensi global penyakit jantung bawaan terus meningkat,” kata dr. Radityo.
Workshop ini bertujuan mendorong penguatan kompetensi klinis dan kolaborasi ilmiah berkelanjutan. Heartology menekankan pemanfaatan teknologi imaging jantung presisi.
Melalui kegiatan ini, Heartology berharap kualitas layanan kardiovaskular di Indonesia meningkat. Fokus pada inovasi, kolaborasi, dan pendidikan tenaga medis berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....