Tuberkulosis Ginjal: "Silent Killer" yang Sering Terlambat Terdeteksi
- 27 Jan 2026 00:14 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu: Selama ini, masyarakat umum seringkali menganggap bahwa penyakit Tuberkulosis (TBC) hanya menyerang paru-paru. Namun, para ahli kesehatan memperingatkan adanya ancaman TBC Ekstraparu, salah satunya adalah Tuberkulosis Ginjal.
Penyakit ini sering disebut sebagai kondisi yang "menipu" karena gejalanya yang tidak khas dan seringkali mirip dengan infeksi saluran kemih biasa.
Apa Itu Tuberkulosis Ginjal?
Tuberkulosis ginjal terjadi ketika bakteri Mycobacterium tuberculosis, bakteri yang sama penyebab TBC paru, masuk ke dalam aliran darah dan hinggap di ginjal. Penyakit ini tidak menular melalui urin, melainkan merupakan hasil penyebaran dari infeksi primer yang biasanya bermula di paru-paru.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Berbeda dengan TBC paru yang ditandai batuk berdahak, TBC ginjal seringkali tidak menunjukkan gejala di tahap awal. Namun, seiring berjalannya waktu, penderita mungkin akan merasakan:
- Nyeri pinggang yang bersifat tumpul atau hilang timbul.
- Sering buang air kecil (beser) terutama di malam hari.
- Darah dalam urin (hematuria).
- Rasa terbakar saat berkemih yang tidak kunjung sembuh dengan antibiotik biasa.
- Gejala umum seperti demam ringan, keringat malam, dan penurunan berat badan.
Peringatan Ahli: Jika seseorang menderita infeksi saluran kemih yang berulang namun hasil kultur bakterinya negatif, dokter patut mencurigai adanya infeksi TBC pada ginjal.
Mengapa Ini Berbahaya?
Jika dibiarkan tanpa pengobatan, TBC ginjal dapat menyebabkan kerusakan jaringan ginjal secara permanen (fibrosis). Dalam kasus yang parah, hal ini bisa berujung pada:
- Gagal ginjal kronis.
- Penyempitan saluran kemih (ureter).
- Kerusakan pada kandung kemih.
Langkah Pengobatan
Kabar baiknya, TBC ginjal dapat disembuhkan dengan Obat Anti-Tuberkulosis (OAT). Pasien biasanya wajib menjalani terapi obat selama 6 hingga 9 bulan secara disiplin untuk memastikan bakteri benar-benar mati dan tidak menjadi kebal (resisten).
Tips Pencegahan:Menjaga daya tahan tubuh, memastikan ventilasi rumah yang baik, dan segera menuntaskan pengobatan TBC paru hingga sembuh total adalah cara terbaik mencegah bakteri menyebar ke organ ginjal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....