Pakar Soroti Viralnya Pengobatan Alternatif 'Ida Dayak'

  • 06 Apr 2023 02:07 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Pakar komunikasi publik Lukas Ispandriarno menyoroti seputar pengobatan alternatif 'Ida Dayak' yang viral di media sosial belakangan ini. Menurutnya, masyarakat harus hati-hati dengan fenomena pengobatan Ida Dayak ini.

Hal itu dikatakan Lukas dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Rabu (5/4/2023) malam. "Tentu harus hati-hati sebab cerita dari mulut ke mulut itu bisa juga terpapar oleh disinformasi kalau orang itu tidak mengalaminya sendiri," ujarnya.

Apalagi, masyarakat kerap mengunggah kemampuan 'Ida Dayak' ini di media sosial seperti Facebook atau TikTok. Terbukti, masyarakat pun berduyun-duyun untuk berobat ke Ida Dayak di lapangan.

Berita Ida Dayak ini sempat viral di media sosial. "Sebenarnya positif tetapi ketika jumlah yang datang sangat banyak dapat menyebabkan kericuhan," ucap Lukas.

Menurut, Lukas, membludaknya masyarakat yang ingin berobat daoat menjadi persoalan, hal ini perlu mendapat perhatian pemerintah. "Kan sudah ada peraturannya misalnya harus terintegrasi dengan pelayanan konvensional," ujarnya.

Pengobatan alternatif atau pengobatan tradisional telah diatur Menteri Kesehatan Nomor 37 Tahun 2017 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Integrasi. Dalam Pasal 6 ayat c Pelayanan Kesehatan Tradisional Integrasi harus dilakukan dengan tata laksana diberikan secara rasional.

Dalam pengamatannya, banyak pengobatan alternatif yang tidak terintegrasi, mereka berjalan sendiri-sendiri dan tidak terawasi. "Itu bisa menimbulkan persoalan-persoalan, kalau medis kan harus dibuktikan," ucapnya.

Menurutnya, dalam menyikapi pengobatan alternatif ini perlu literasi masyarakat soal media sosial. Edukasi media sosial ini untuk menghindari masyarakat dari berita hoaks.

Dunia media sosial memang akrab dengan hoaks, karena kadang yang membagikan info sendiri tak tahu info sebenarnya "Ini harus dilakukan terus menerus meski ada orang yang gemar menyampaikan hoaks," ujarnya.

Selain itu, ia menyarankan pemerintah melakukan literasi kesehatan terkait fenomena pengobatan alternatif ini. Pemerintah juga harus meningkatkan kesehatan masyarakat.

"Saya kira ini tugas pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Terutama dalam menyediakan fasilitas dan usaha meningkatkan kesehatan masyarakat," kata Lukas lagi.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....