Kemnaker Perkuat Strategi Produktivitas Nasional Jelang IPS 2025

  • 13 Des 2025 08:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menjelaskan fokus peningkatan produktivitas nasional menjelang Indonesia Productivity Summit (IPS) 2025. Acara ini digagas Kemnaker bersama Ikatan Alumni Teknik Industri ITB dan diselenggarakan oleh IDD.

IPS 2025 menjadi forum kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, komunitas profesi, dan organisasi internasional. Yassierli menjelaskan inisiatif ini lahir dari sinergi banyak pemangku kepentingan.

Beberapa pihak yang terlibat antara lain Kemnaker, IATI ITB, komunitas HR, APO, Yayasan Astra, UI, dan BNSP. Yassrieli menyebut ada tiga fokus utama program produktivitas tahun depan.

"Pertama, penyiapan SDM untuk sertifikasi Ahli Produktivitas. Kedua, pembangunan klinik produktivitas di balai pelatihan Kemnaker," ujar Yassierli dalam acara Indonesia Productivity Summit 2025, JIEXPO Convention Center and Theater, Jumat (12/12/2025).

Pengoperasian klinik tersebut untuk membantu perusahaan skala menengah dengan dukungan Kementerian Perindustrian. Yassierli menegaskan bahwa peningkatan produktivitas membutuhkan strategi top down dan bottom up yang saling melengkapi.

Yassierli menjelaskan produktivitas Indonesia masih di bawah Vietnam perlu ditangani melalui kebijakan jangka pendek berbasis strategi top down. Ia menyebut hilirisasi dan industrialisasi menjadi langkah cepat untuk mendorong pertumbuhan produktivitas.

"Program yang sedang dibahas Kemnaker berfokus pada strategi bottom up untuk memperkuat kualitas tenaga kerja dan kinerja perusahaan. Pendekatan ini diharapkan memberi dampak agregat pada peningkatan produktivitas nasional," kata Yassierli.

Menanggapi isu pertemuannya dengan serikat pekerja terkait salah satu perusahaan di Kalimantan, Yassierli membenarkan adanya pembahasan kasus tersebut. Pemerintah akan memanggil manajemen perusahaan untuk klarifikasi dan mengecek perkembangan mediasi yang sudah berjalan.

Yassierli menjelaskan jumlah pekerja terdampak sekitar 20 orang. IPS 2025 diharapkan menjadi momentum penguatan ekosistem produktivitas nasional menuju Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....