Rehat Medsos Seminggu Bikin Mental Membaik

  • 28 Nov 2025 21:20 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo: Rehat medsos selama satu minggu terbukti membantu menurunkan kecemasan, depresi, dan gangguan tidur pada banyak anak muda. Temuan ini muncul dari studi baru yang menunjukkan rehat medsos memberi hasil paling besar pada mereka dengan depresi lebih berat.

Dilansir dari The New York Times (24/11/2025), para peneliti melibatkan 295 anak muda berusia 18–24 tahun untuk membatasi penggunaan media sosial mereka.

Mereka diminta memangkas waktu layar dari hampir dua jam per hari menjadi sekitar 30 menit per hari selama satu minggu.

Setelah tujuh hari, gejala kecemasan turun 16 persen, depresi turun hampir 25 persen, dan gangguan tidur turun 14 persen.

Temuan ini sesuai dengan jurnal JAMA Network Open, yang mencatat pola perbaikan serupa pada hasil survei kesehatan mental peserta.

Peneliti mencatat bahwa peserta dengan depresi lebih berat merasakan perubahan paling besar setelah mengurangi penggunaan media sosial.

Namun tingkat kesepian tidak berubah signifikan meskipun waktu di media sosial jauh berkurang selama penelitian ini.

Dr. John Torous dari Harvard Medical School mengatakan rehat medsos bukan pengganti bantuan profesional bagi mereka yang sedang menjalani perawatan.

Ia menegaskan, “mengurangi media sosial tidak boleh jadi perawatan lini pertama atau satu-satunya bentuk perawatan.”

Torous juga menyebut hasil tiap orang berbeda, karena sebagian peserta merasa jauh lebih baik sementara sebagian lainnya tidak merasakan perubahan.

“Rata-ratanya menjanjikan, tetapi variansnya sangat besar,” ujarnya, menjelaskan bahwa efeknya tidak sama untuk semua orang.

Beberapa pakar menyebut studi ini memiliki batasan karena peserta secara sukarela mengikuti penelitian sehingga mungkin berharap hasil positif.

Psikolog Christopher Ferguson menyebut peserta “mungkin hanya menyesuaikan respons sesuai apa yang diharapkan.”

Meski begitu, sejumlah ahli menilai hasilnya tetap relevan bagi diskusi soal hubungan media sosial dan kesehatan mental.

Mitch Prinstein dari American Psychological Association menyebut rehat medsos sebagai “solusi sederhana dan gratis yang memberikan perbaikan cepat.”

JAMA Network Open juga mencatat bahwa pengaruh media sosial terhadap kesehatan mental tidak selalu berkaitan dengan durasi layar saja.

Faktor seperti jenis konten, waktu penggunaan, dan kondisi emosional pengguna ikut menentukan dampak akhir pada kesehatan mental.

Para peneliti menegaskan bahwa rehat medsos dapat dicoba sebagai langkah awal bagi mereka yang ingin memperbaiki keadaan emosionalnya.

Namun mereka menyarankan agar orang dengan gejala berat tetap mencari dukungan profesional jika perubahan tidak terasa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....