Ketahui Pengaruh Minuman Manis pada Kenaikan Berat Badan

  • 23 Nov 2025 11:24 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor: Konsumsi minuman manis masih menjadi kebiasaan banyak orang, mulai dari teh kemasan, kopi gula tinggi, hingga minuman boba. Meski terasa menyegarkan, berbagai penelitian menunjukkan bahwa minuman manis memiliki peran signifikan dalam peningkatan berat badan, terutama bila dikonsumsi secara rutin.

Minuman manis mengandung gula sederhana dalam jumlah tinggi, seperti sukrosa atau fruktosa. Kandungan ini mudah diserap tubuh dan langsung meningkatkan kadar kalori harian. Masalahnya, kalori dari minuman tidak memberikan rasa kenyang seperti makanan, sehingga konsumsi berlebih sering terjadi tanpa disadari.

Para ahli gizi menyebut bahwa minuman manis termasuk sumber “kalori cair” yang paling mudah memicu surplus energi. Satu gelas minuman boba misalnya, dapat mengandung 250–500 kalori, setara satu porsi makan. Sementara teh kemasan rata-rata mengandung 18–25 gram gula per botol, melampaui batas konsumsi harian yang direkomendasikan WHO, yakni 25 gram per hari.

Kalori cair ini cepat diserap dan tidak memberi efek kenyang. Akibatnya, total asupan kalori harian meningkat tanpa diimbangi pengurangan makanan, yang akhirnya mendorong kenaikan berat badan.

Kandungan fruktosa dalam minuman manis juga menjadi perhatian. Berbeda dengan glukosa, fruktosa diproses langsung oleh hati. Jika konsumsinya berlebihan, hati mengubah fruktosa menjadi lemak, yang kemudian tersimpan di tubuh. Proses inilah yang berkontribusi pada penumpukan lemak, terutama di area perut.

Selain itu, lonjakan gula darah yang cepat dapat memicu peningkatan hormon insulin. Insulin berperan menyimpan kelebihan energi sebagai lemak, sehingga risiko obesitas semakin meningkat bagi mereka yang sering mengonsumsi gula tambahan.

Tidak hanya memengaruhi berat badan, konsumsi minuman manis secara berlebihan juga terkait dengan risiko penyakit lain, seperti:

1. Diabetes tipe 2

2. Peningkatan lemak hati (fatty liver)

3. Gangguan metabolisme

4. Kerusakan gigi dan masalah mulut

Risiko ini meningkat terutama pada orang yang mengonsumsi minuman manis lebih dari satu gelas per hari.

Minuman manis memang menggugah selera, namun konsumsinya perlu dibatasi. Kandungan gula tinggi dan sifatnya sebagai “kalori cair” menjadikannya salah satu pemicu utama kenaikan berat badan. Memilih minuman lebih sehat dan membatasi gula tambahan adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan dan berat badan ideal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....