Pencatatan Pemeriksaan Kesehatan Fakfak Masih Terkendala Aplikasi

  • 17 Nov 2025 11:40 WIB
  •  Fak Fak

KBRN, Fakfak : Koordinator Pemeriksaan Kesehatan Gratis Kabupaten Fakfak, Bernadet Dewi K.H. Kunde mengungkapkan,pelaksanaan layanan cek kesehatan gratis di tahun 2025 sebenarnya sudah berjalan luas di lapangan, namun pencatatan data pada aplikasi Satu Sehat masih menjadi kendala utama. Hal ini berdampak pada rendahnya angka layanan yang terekam secara resmi.

Menurut Bernadet, hingga Oktober 2025, jumlah layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang tercatat baru mencapai 5.872 dari total 6.654 warga yang didaftarkan. Padahal, kata dia, jumlah tersebut jauh lebih kecil dibandingkan pelayanan riil yang dilakukan setiap hari oleh tenaga kesehatan.

Ia menjelaskan, persoalan utama ada pada proses input data ke aplikasi. Petugas di puskesmas harus mengisi berbagai aplikasi secara bersamaan sehingga fokus terhadap aplikasi Satu Sehat menjadi terbatas. “Beberapa kali juga aplikasi mengalami maintenance, dan pernah datanya hilang semua sehingga harus di-input ulang,” ujar Bernadet.

Kondisi ini menyebabkan data yang tampil seolah-olah kecil, khususnya pada kategori bayi baru lahir. Dari 173 bayi yang didaftarkan, hanya 168 yang tercatat dalam aplikasi. Padahal pemeriksaan sebenarnya dilakukan secara rutin dan jumlahnya jauh lebih tinggi.

Bernadet mencontohkan, pemeriksaan untuk bayi baru lahir mencakup enam jenis pemeriksaan, termasuk tiga pemeriksaan berbasis sampel darah yang dikirim ke laboratorium rujukan di RS Kandou Manado. “Pengiriman sampel darah saja sudah lebih dari seribu hingga hari ini. Jadi sebenarnya pemeriksaan itu sudah banyak dilakukan,” jelasnya.

Untuk kategori balita dan prasekolah usia 28 hari hingga di bawah 6 tahun, data aplikasi menunjukkan 260 dari 271 anak yang terdaftar telah tercatat mendapat layanan. Namun angka ini dinilai tidak menggambarkan pelayanan yang sebenarnya. Setiap bulan, lebih dari 3.000 balita dilayani berdasarkan data EPPGBM dan SIGISI KIA.

Bernadet menegaskan, persoalan ini semata-mata terkait pencatatan, bukan pelaksanaan layanan. Pelayanan kesehatan terus berlangsung normal di setiap fasilitas kesehatan. Ia berharap persoalan teknis aplikasi dapat segera diperbaiki agar data layanan lebih akurat dan tidak menimbulkan persepsi rendahnya capaian.

Sebagai penekanan, Bernadet kembali menyampaikan, pemeriksaan kesehatan gratis merupakan layanan penting yang terus dilakukan demi memastikan kesehatan masyarakat sejak usia dini. Ia juga meminta dukungan semua pihak agar integrasi data kesehatan dapat berjalan lancar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....