Indonesia Peringkat Kedua Kasus TBC Terbanyak Dunia

  • 15 Nov 2025 20:49 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo : Indonesia menduduki peringkat kedua di dunia dalam jumlah penderita tuberkulosis (TBC), hanya kalah dari India. Berdasarkan Global Tuberculosis Report 2024 dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 10 % dari total kasus TBC global berasal dari Indonesia.

Estimasi Kasus dan Kematian di Indonesia Diperkirakan ada 1,06 juta kasus TBC baru per tahun di Indonesia, dengan sekitar 134.000 orang meninggal akibat penyakit tersebut setiap tahun. Hal ini setara dengan 14 kematian setiap jam, menurut pernyataan pejabat kesehatan.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, selama tahun 2022 telah ditemukan lebih dari 700.000 kasus TBC, jumlah tertinggi sejak TBC menjadi program prioritas nasional. Ini menunjukkan peningkatan upaya pendeteksian, tetapi tetap ada celah signifikan dalam identifikasi semua kasus.

Salah satu hambatan dalam program TBC di Indonesia adalah underreporting dan underdiagnosis. Laporan WHO menyebutkan bahwa sekitar seperempat kasus TBC tidak terlaporkan atau tidak terdiagnosis, yang berarti lebih dari 140.000 orang mungkin tidak mendapatkan perawatan. Keterbatasan pelaporan dari fasilitas swasta, kurangnya integrasi sistem data, dan infrastruktur digital yang belum merata turut memperlambat kemajuan.

Menurut laporan Kompas.id, keterbatasan pendanaan menjadi masalah serius. Pendanaan yang tidak memadai membatasi cakupan program pengobatan, pencegahan, hingga deteksi dini. Untuk menjangkau target eliminasi TBC, diperlukan dukungan lebih besar dari pemerintah dan sektor swasta.

Pemerintah bersama WHO telah melakukan tinjauan epidemiologis nasional pada tahun 2025 untuk memperkuat sistem surveilans TBC. Selain itu, Kementerian Kesehatan melakukan program “TB Alert Village” di sejumlah desa pilot untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pelaporan lokal.

Indonesia menetapkan target eliminasi TBC pada tahun 2030. Untuk mencapai itu, Kemenkes menekankan pentingnya akselerasi pengobatan, deteksi aktif, serta kolaborasi lintas sektor. Integrasi sistem pelaporan TB ke dalam platform digital nasional (“Satu Sehat”) juga menjadi strategi penting.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....