Manfaat Daging Burung Puyuh dan Kandungan Gizinya Lengkap

  • 13 Nov 2025 22:42 WIB
  •  Bengkalis

KBRN,Bengkalis: Burung puyuh merupakan salah satu sumber protein hewani yang banyak digemari masyarakat. Rasanya yang gurih dan teksturnya yang lembut menjadikan daging burung puyuh pilihan favorit, baik sebagai lauk harian maupun hidangan khas di berbagai daerah.

Selain kelezatannya, burung puyuh juga kaya akan nutrisi penting yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Tidak hanya dagingnya, tetapi juga telurnya, yang sama-sama dikenal memiliki kandungan gizi tinggi dan mudah diolah menjadi berbagai sajian lezat.

Dikutip dari alodokter, dalam setiap 100 gram daging burung puyuh, terkandung sekitar 134 kalori dengan komposisi gizi sebagai berikut:

Protein: 22 gram

Lemak: 5 gram

Kalium: 237 miligram

Kalsium: 17 miligram

Fosfor: 185 miligram

Selain itu, daging burung puyuh juga mengandung zat besi, zinc (seng), serta vitamin B1, B2, dan B12. Kombinasi nutrisi tersebut menjadikan burung puyuh sebagai makanan bergizi tinggi yang mampu mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Berkat kandungan gizinya yang lengkap, konsumsi daging dan telur burung puyuh secara rutin dalam porsi wajar dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan, antara lain:

1. Membantu Memperbaiki Jaringan Tubuh

Daging dan telur burung puyuh merupakan sumber protein berkualitas tinggi. Protein berperan penting dalam membangun, memperbaiki, dan mempertahankan jaringan tubuh seperti otot, kulit, serta organ vital.

Asupan protein yang cukup juga membantu menjaga daya tahan tubuh dan mempercepat proses penyembuhan luka. Karena itu, burung puyuh cocok dikonsumsi oleh anak-anak yang sedang tumbuh maupun orang dewasa dalam masa pemulihan.

2. Menjaga Kesehatan Tulang dan Gigi

Kandungan kalsium, fosfor, dan zinc dalam daging burung puyuh berperan penting dalam menjaga kekuatan tulang dan gigi.

Kalsium dan fosfor membantu mempertahankan kepadatan tulang, sementara zinc berperan dalam pembentukan jaringan baru. Mengonsumsi burung puyuh secara rutin dapat membantu mencegah risiko osteoporosis, terutama bagi lansia.

3. Meningkatkan Fungsi Otak dan Sistem Saraf

Daging dan telur burung puyuh kaya akan vitamin B kompleks (B1, B2, B12) yang berfungsi mendukung kerja otak dan sistem saraf.

Nutrisi ini membantu meningkatkan konsentrasi, daya ingat, serta kemampuan berpikir. Kandungan asam amino esensial di dalamnya juga berperan dalam produksi neurotransmitter, zat kimia yang menjadi penghantar pesan antar sel saraf.

4. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Telur burung puyuh mengandung selenium, zinc, dan vitamin A yang berfungsi memperkuat sistem kekebalan tubuh. Selenium bertindak sebagai antioksidan, sementara vitamin A membantu melindungi jaringan tubuh dari infeksi.

Dengan mengonsumsi burung puyuh secara teratur, tubuh menjadi lebih siap menghadapi paparan virus dan bakteri penyebab penyakit.

5. Mencegah Anemia

Daging burung puyuh mengandung zat besi hewani yang mudah diserap tubuh, berperan penting dalam pembentukan sel darah merah.

Telur burung puyuh juga kaya akan vitamin B12, yang membantu proses produksi hemoglobin. Kombinasi keduanya menjadikan burung puyuh pilihan tepat untuk mencegah anemia, terutama bagi wanita hamil, anak-anak, dan orang dewasa yang berisiko kekurangan darah.

6. Menjaga Berat Badan

Jika dibandingkan dengan daging merah, daging burung puyuh memiliki kadar lemak yang lebih rendah. Hal ini membuatnya cocok untuk dikonsumsi oleh mereka yang sedang menjalani program diet rendah lemak atau ingin menjaga berat badan ideal.

Kandungan proteinnya yang tinggi juga membuat perut terasa kenyang lebih lama, sehingga dapat membantu mengontrol nafsu makan.

Cara Mengolah dan Mengonsumsi Burung Puyuh

Agar kandungan gizinya tetap terjaga, penting untuk memperhatikan cara memilih, menyimpan, dan mengolah burung puyuh. Berikut panduannya:

- Pilih bahan yang segar. Daging puyuh segar memiliki warna cerah, tekstur kenyal, dan tidak berbau asam. Telur puyuh yang baik memiliki cangkang bersih tanpa retak.

- Simpan dengan benar. Daging burung puyuh dapat disimpan di kulkas selama 1–2 hari atau dibekukan dalam wadah tertutup jika ingin disimpan lebih lama. Telur puyuh mentah sebaiknya tidak disimpan lebih dari satu minggu.

- Jaga kebersihan. Cuci tangan dan peralatan masak sebelum mengolah. Bersihkan daging dan telur dengan air mengalir.

- Masak hingga matang sempurna. Daging matang ditandai dengan tekstur padat dan warna yang tidak lagi kemerahan. Telur puyuh sebaiknya direbus atau dikukus minimal 10 menit hingga kuning telurnya mengeras.

- Gunakan metode memasak sehat. Pilih cara merebus, mengukus, menumis ringan, atau memanggang. Hindari menggoreng dengan banyak minyak agar kadar lemak tidak meningkat.

- Konsumsi dalam porsi wajar. Idealnya, daging atau telur burung puyuh dikonsumsi 2–3 kali seminggu, disertai sayur, buah, dan sumber karbohidrat sehat lainnya.

Memasak burung puyuh dengan cara yang benar tidak hanya menjaga kualitas nutrisinya, tetapi juga mencegah risiko keracunan makanan akibat pengolahan yang kurang matang.

Burung puyuh bukan sekadar hidangan lezat, tetapi juga sumber gizi yang kaya manfaat bagi kesehatan. Kandungan protein, vitamin, dan mineral di dalamnya menjadikan burung puyuh pilihan tepat untuk menunjang kebutuhan nutrisi harian.

Dengan cara pengolahan yang benar dan konsumsi dalam porsi seimbang, burung puyuh dapat menjadi bagian dari pola makan sehat keluarga Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....