IDAI Tegaskan Penyakit Jantung Reumatik Masih Mengancam Anak
- 10 Nov 2025 18:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRI, Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menekankan bahwa penyakit jantung reumatik masih menjadi masalah kesehatan serius pada anak-anak di Indonesia. Jantung reumatik merupakan komplikasi infeksi tenggorokan akibat bakteri Streptococcus pyogenes yang tidak di tertangani dengan baik.
“Penyakit jantung reumatik ini memang masih menjadi masalah kesehatan anak di Indonesia. Terutamanya, karena keterlambatan diagnosis dan kurangnya upaya profilaksis atau pencegahan,” kata Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. Piprim Basarah Yanuarso saat memberikan sambutan di Acara Diskusi Media “Radang Tenggorokan Menjadi Penyakit Jantung Rematik pada Anak” di Kantor IDAI, Jakarta, Senin (10/11/2025).
Menurut Piprim, dampak penyakit jantung reumatik sangat serius bagi para penderitanya, terutama kepada anak-anak. Padahal,l penyakit ini sebenarnya dapat dicegah sepenuhnya dengan deteksi dini dan pengobatan tuntas terhadap infeksi streptococcus.
“Penyakit jantung reumatik bisa menyebabkan gangguan jantung dan cacat jantung seumur hidup, bahkan jika tidak ditangani dapat berujung pada kematian. Kuncinya adalah mengenali gejala infeksi tenggorokan dan segera berobat agar tidak berkembang menjadi jantung reumatik,” ucap Piprim.
Sementara, Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Kardiologi IDAI Dr. Rizky Adriansyah, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai Demam Reumatik (DR). Khususnya, sebagai penyebab utama penyakit jantung reumatik pada anak.
“Demam Reumatik adalah reaksi kekebalan tubuh yang terjadi satu sampai lima minggu setelah radang tenggorok akibat infeksi bakteri Streptococcus Grup A. Jika tidak segera ditangani dengan tepat, Demam Reumatik dapat berkembang menjadi Penyakit Jantung Reumatik (PJR) yang menyebabkan kerusakan katup jantung permanen,” kata Dr Rizky.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....