Tidur Ketindihan, Ini Penyebab dan Alasan Ilmiahnya

  • 26 Sep 2025 10:35 WIB
  •  Bengkalis

KBRN, Bengkalis : Banyak orang pernah mengalami kondisi saat tidur di mana tubuh terasa tidak bisa digerakkan, sulit berbicara, bahkan seolah ada sesuatu yang menekan dada. Fenomena ini sering disebut “ketindihan” dalam masyarakat, namun dalam dunia medis dikenal dengan istilah sleep paralysis atau kelumpuhan tidur.

Dilansir dari laman sleepopulis, Tidur ketindihan adalah kondisi ketika seseorang beradaa di antara fase tidur dan bangun, di mana otak sudah terjaga tetapi tubuh masih dalam keadaan “lumpuh” akibat fase tidur REM (Rapid Eye Movement). Dalam fase ini, otak mencegah tubuh bergerak agar kita tidak menirukan mimpi. Akibatnya, saat terbangun sebagian, seseorang bisa merasa sadar tetapi tidak bisa bergerak.

Beberapa faktor yang memicu terjadinya tidur ketindihan antara lain:

  1. Kurang tidur – pola tidur yang tidak teratur atau kurang istirahat bisa meningkatkan risiko.

  2. Tidur telentang – posisi ini membuat tubuh lebih mudah memasuki fase tidur REM yang dalam.

  3. Stres dan kecemasan – kondisi psikis dapat mengganggu siklus tidur normal.

  4. Gangguan tidur lain – seperti narkolepsi atau sleep apnea.

  5. Kebiasaan buruk – misalnya begadang, konsumsi kafein berlebihan, atau tidur di jam tidak teratur.

Secara medis, tidur ketindihan tidak berbahaya dan biasanya berlangsung hanya beberapa detik hingga menit. Namun, pengalaman ini sering menimbulkan rasa takut yang intens, bahkan disertai halusinasi seperti melihat sosok atau merasa ada yang menekan dada.

Untuk mengurangi risiko tidur ketindihan, para ahli menyarankan:

  • Tidur cukup 7–9 jam setiap malam.

  • Menjaga rutinitas tidur yang teratur.

  • Mengurangi stres melalui relaksasi atau olahraga ringan.

  • Menghindari tidur telentang bila sering mengalami kelumpuhan tidur.

Tidur ketindihan bukanlah gangguan mistis, melainkan fenomena medis yang berhubungan dengan fase tidur REM. Dengan menjaga pola hidup sehat dan tidur cukup, risiko mengalami kondisi ini bisa berkurang secara signifikan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....